Renungan

Tanggal: 13 Aug 2017
Ayat Alkitab: Nehemia 1:1-11

Doa Bagi Bangsaku (1)

Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit. Nehemia1:4

Nehemia bukanlah tokoh yang sering diungkit dalam khotbah  di gereja-gereja. Namanya hanya sesekali muncul dalam diskusi kepe- mimpinan atau kebangsaan. Padahal sebetulnya peran dan sumbangsihnya dalam sejarah bangsa Israel tidaklah diragukan. Nehemia-lah yang memulai pembangunan kembali tembok kota Yerusalem yang runtuh. Pembangunan tembok kota bukan hanya soal pembangunan fisik dan pemulihan keamanan kota tetapi menjadi awal dari kebangunan rohani bangsa Israel yang runtuh karena penjajahan Babel.

Nehemia sesungguhnya seorang tokoh penting dalam kerajaan Babel. Juru minum raja pada zaman dahulu adalah orang yang sangat dipercaya karena lumrah raja diracuni oleh musuh-musuhnya. Dia bukan saja menyajikan minuman, tetapi bisa jadi teman mengobrol raja. Bagi banyak orang, punya posisi aman dan tinggal dalam puri nyaman adalah impian. Namun, Nehemia tidak terlena dengan keadaan itu. Ia tidak melupakan nasib bangsa dan tanah airnya. Ketika mendengar bahwa tembok kota Yerusalem tinggal reruntuhan dan penduduknya hidup dalam kesukaran besar karena rentan terhadap serbuan musuh, ia tidak berdiam diri. Nehemia menangis, berkabung, berpuasa, dan berdoa.

Banyak orang Kristen kurang peduli kepada kesejahteraan bangsa dan negara di mana mereka berada. Mereka beranggapan dunia ini hanya persinggahan sementara dan mereka adalah pengembara. Dalam arti tertentu itu benar, sebab memang tujuan akhir hidup kita adalah negeri yang kekal.

Namun, Tuhan tidak pernah mengatakan kita boleh masa bodoh terhadap bangsa dan negara kita. Nabi Yeremia menggaungkan pentingnya mengusahakan kesejahteraan kota di mana bangsa Israel yang terbuang itu tinggal (Yer. 29: 7). Mereka harus membangun kota di mana mereka tinggal sebagai orang terbuang dan tertindas.

Menangis, berkabung, berpuasa, dan berdoa adalah langkah awal dari keprihatinan atas nasib bangsa dan negara kita. Apakah Anda pernah melakukan hal itu? Seberapa sering Anda memikirkan nasib bangsa dan negara Indonesia dan mendoakannya? Yuk, tingkatkan kepedulian kita terhadap bangsa dengan rutin mendoakan para pemimpin bangsa yang Tuhan telah tunjuk dan perkembangan kemajuan negara kita.

DOA KEPEDULIAN TERHADAP NEGARA MENGAWALI PERUBAHAN BANGSA.


Lihat Arsip Renungan
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu

~ Amsal 3:7-8

Visi GII Hok Im Tong
Menjadi sebuah gereja yang berkenan di hati Tuhan, mempersembahkan yang terbaik bagiNya, mencapai kualitas dan kuantitas pelayanan yang berkembang, agar dalam dinamika dapat menggerejakan keluarga dan mengkeluargakan gereja bagi kemuliaan Allah.
Rekening Persembahan
BCA
514.003.0700 a/n GII Gardujati
CIMB Niaga
205.01.00018.00.1 a/n GII Hok Im Tong
OCBC NISP
073.800.00005.8 a/n Gereja Injili Indonesia
Sekretariat
Jl. Gardujati no. 51
Bandung 40181
Tel. (022) 6015276
Fax. (022) 6015275
Email: gii@hokimtong.org
Website: http://hokimtong.org
©2017 GII Hok Im Tong