Tema Sepekan

ilustrasi tema sepekan
23 - 29 Apr 2017

kebangkitanNya membangkitkanku Lukas 24:13-35

EKSPRESI PRIBADI

Dikala hidup ini tanpa harapan, apa yang Anda akan lakukan? Silahkan diskusikan di dalam CG Anda. Pelajarannya : Hidup ini harus berlanjut, sekalipun tanpa harapan, bagaimanakah kita harus bangkit dan terus hidup ditengah situasi dan kondisi tanpa harapan sekalipun?

EKSPLORASI FIRMAN

Semenjak Yesus mati di salib, semua murid Yesus dan orang-orang yang selalu mengikuti Dia selama 3 1/2 tahun terpencar, bagaikan domba tanpa gembala. Mereka menghadapi situasi yang sulit, tiada harapan, karena selama ini mereka selalu bersama Yesus, mereka kehilangan arah, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, walaupun berulang kali Yesus memberitahukan apa yang akan terjadi dan apa yg harus dilakukan.

Dua diantara pengikut Yesus, Kleopas dan seorang temannya sedang pulang menuju kampungnya Emaus sambil mendiskusikan apa yang "telah" terjadi, sebuah kejadian yang sangat mengguncangkan iman mereka. Sesungguhnya kejadian itu telah menggemparkan kota Yerusalem, yaitu dibunuhnya Yesus, guru mereka, orang yang mereka kasihi, yang diharapkan akan menolong membebaskan mereka dari penjajahan Romawi, tetapi justru oleh imam-imam kepala dan para pemimpin agama Yahudi mereka, Yesus telah diserahkan untuk dihukum mati dengan cara disalibkan (Luk 24:19-20).

Mereka sangat kecewa dan sedih. Karena mereka sangat menghormati Yesus (24:19), itu sebabnya mata mereka seperti ada yang menghalangi (24:16) sehingga mereka tidak dapat mengenali Yesus yang bangkit itu. Kesedihan, kedukaan dan kegalauan hati kita sering kali menutupi kenyataan akan kasih Tuhan di dalam hidup kita, bahkan kita merasakan Tuhan itu begitu jauh, tak terjangkau dan tersentuh dari hidup kita. Persoalan hidup, kekecewaan dan hilangnya pengharapan telah membutakan mata hati kita terhadap Tuhan. Kita merasa Tuhan tidak peduli dan tidak lagi menolong kita, terlalu jauh sehingga tidak terseberangi. Akibatnya kita merasa sendirian, sepi, sunyi, putus asa, bimbang, ragu, takut memenuhi seluruh hati dan jiwa kita.

Saat Yesus menghampiri Kleopas (24:18) dan temannya di tengah perjalanan menuju Emaus, mereka sedang kebingungan dengan berita bahwa Yesus hidup, Yesus telah bangkit (24:23), tetapi itu hanya berita. Sebab mereka tidak pernah lihat Yesus yang bangkit itu. Sangat sulit untuk memastikan bahwa Yesus telah bangkit, atau jangan-jangan mayatnya telah dicuri orang, mereka berdua sangat bimbang dan galau, sampai-sampai mereka tidak tahu dan tidak kenal orang yang menghampiri mereka ditengah perjalanan bahkan bercakap-cakap dengan mereka, maka itu Tuhan Yesus menegur mereka (24:25-26). Yesus menyebut mereka sebagai “orang bodoh”, Yesus menegur kelambanan mereka meresponi apa yang Yesus pernah katakan dan apa yang pernah dikatakan para nabi. Yesus harus kembali menjelaskan kepada mereka tentang Mesias yang harus menderita, bukan Mesias yang mereka harapkan untuk membebaskan Israel (24:21), dan Mesias itu adalah diriNya sendiri. Mereka sangat senang bercakap-cakap dengan “orang” itu, sangat antusias dan ingin melanjutkan percakapan mereka dengan memaksanya untuk tinggal karena hari sudah gelap. Tuan rumah mengundang orang itu bermalam di rumah mereka.,dia tinggal dan makan bersama mereka, tetapi yang mengherankan, saat makan orang itu yang melayani mereka, Dia mengambil roti, mendoakan, memecahkan dan memberikannya kepada mereka (24:30-31), disaat itulah, mereka baru sadar bahwa itulah Yesus, tetapi Yesus telah lenyap dengan tubuh kemuliaanNya. Yesus sangat mengasihi mereka, Dia tahu pergumulan hati mereka, beratnya hati, pikiran dan perasaan jika ditinggalkan orang yang dikasihi dan yang mengasihi. Itu sebabnya Yesus menampakkan diri kepada mereka untuk menguatkan hati dan iman mereka kepadaNya. Saat kita sepi, sendirian, terasing, Dia akan datang menyertai, menguatkan dan menghibur diri kita secara pribadi, begitu dekat, hangat dan penuh kasih, tidak menakutkan, Dia datang dekat untuk mengasihi kita. Datanglah, mendekat kepada Tuhan, maka Dia yang akan datang menghampiri dan membawa kita pada suatu pengalaman perjumpaan (encounter) yang dalam dan indah denganNya.

Perjumpaan dengan Yesus yang bangkit membuat Kleopas dan temannya kembali ke kota Yerusalem untuk menjumpai murid-murid Yesus yang lain, menceritakan perjumpaan mereka dengan Yesus, perjumpaan yang telah membangkitkan mereka dari keterpurukan serta keputusasaan yang tergambar di wajah dan kehidupan mereka. Mereka datang menjumpai 11 murid Yesus dalam suasana gembira yang besar dan berkata “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit…” (24:34), berita inilah yang selalu keluar dari mulut seorang murid yang mengasihi Tuhan. Bangkit, maju dan bersoraklah raih kemenangan yang Tuhan telah sediakan bagi anak-anak Tuhan yang tahu berserah.

APLIKASI KEHIDUPAN

M

“Yesus telah bangkit”, perasaan apakah yang ada di hati Anda terhadap Yesus ? Coba sharingkan

U

Bagaimanakah Kebangkitan Yesus dapat & telah mengubahkan karakter Anda ? Coba sharingkan

R

Dapatkah Kebangkitan Yesus mempersatukan kita dalam sebuah komunitas rohani ? Coba sharingkan

I

Dengan cara apakah Kebangkitan Yesus dapat mempengaruhi hubungan saya dengan keluarga ? Coba sharingkan

D

Kesaksian tentang Kebangkitan Yesus apakah yang telah mengubahkan hidup saya ? coba sharingkan

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain

Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut

~ Amsal 10:2

Visi GII Hok Im Tong
Menjadi sebuah gereja yang berkenan di hati Tuhan, mempersembahkan yang terbaik bagiNya, mencapai kualitas dan kuantitas pelayanan yang berkembang, agar dalam dinamika dapat menggerejakan keluarga dan mengkeluargakan gereja bagi kemuliaan Allah.
Rekening Persembahan
BCA
514.003.0700 a/n GII Gardujati
CIMB Niaga
205.01.00018.00.1 a/n GII Hok Im Tong
OCBC NISP
073.800.00005.8 a/n Gereja Injili Indonesia
Sekretariat
Jl. Gardujati no. 51
Bandung 40181
Tel. (022) 6015276
Fax. (022) 6015275
Email: gii@hokimtong.org
Website: http://hokimtong.org
©2017 GII Hok Im Tong