Tema Sepekan

ilustrasi tema sepekan
18 - 24 Feb 2017

The Spring of Life Mazmur 103

EKSPRESI PRIBADI

Berkat adalah topik yang paling menarik dan selalu menjadi pusat perhatian bagi orang Kristen. Siapa pun tidak ada yang akan menolak berkat dari Tuhan karena berkat adalah sesuatu yang selalu ditunggu-tunggu dan diharapkan. Dan tradisi imlek juga biasanya merupakan tradisi yang paling dinanti-nantikan karena masih banyak orang percaya yang meyakini bahwa tradisi imlek merupakan hari dimana mereka mendapatkan berkat yang melimpah. Seharusnya orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang-orang yang beruntung ketimbang orang-orang yang hanya mengharapkan berkat di hari Imlek. Mengapa demikian? Sangat jelas bahwa ketika kita percaya kepada Kristus, kita tidak hanya diberkati hanya pada waktu-waktu tertentu, namun Tuhan Allah akan senantiasa memberkati kita setiap waktu di sepanjang hidup kita.

EKSPLORASI FIRMAN

Tema kita pada minggu ini adalah The Spring of The Life, artinya ketika kita percaya kepada-Nya maka di dalam hidup kita akan selalu menjadi “musim semi” yang akan selalu membawa kehangatan, berkat, sukacita, dan damai sejahtera meskipun di tengah pergumulan dan persoalan yang menimpa. Mazmur 103 menjadi bukti bagi setiap orang percaya bahwa Tuhan Allah akan senantiasa memberkati kita, bukan berdasarkan event atau hari-hari tertentu saja. Bagaimana agar kita bisa merasakan “musim semi” yang indah bersama dengan Tuhan?  

  1. Hidup Penuh Ucapan Syukur kepada Tuhan

    Mazmur ini di tulis oleh Raja Daud, dan memulai dengan mengingatkan dirinya untuk bersyukur dan tidak melupakan segala kebaikan yang sudah dikerjakan oleh Tuhan Allah (ay.1-2). Pemazmur menyebutkan segala berkat-berkat yang telah ia terima antara lain: mengampuni dosa, menyembuhkan segala penyakit, Dia yang meluputkan manusia dari alam maut, memuaskan hasrat dengan kebaikan bahkan lebih daripada itu, Dia yang memahkotai manusia itu dengan kasih setia dan rahmat yang berlimpah. Tuhan Allah memberikan segala kebaikan kepada manusia(ay.3-5). Inilah alasan di dalam mazmur ini banyak ajakan untuk memuji dan memuliakan Allah, bahkan pemazmur mengajak jiwanya untuk selalu memuji Tuhan atas segala kebaikan-Nya.

    Penekanan kalimat, “janganlah lupakan segala kebaikan-Nya” juga menjadi penekanan yang sangat penting bagi setiap kita, karena banyak orang Kristen yang mudah sekali melupakan kebaikan Tuhan, pimpinan, pemeliharaan, pertolongan dan penghiburan-Nya dalam hidup kita. Terlebih di dalam zaman sekarang, seringkali ukuran berkat hanya berbicara mengenai materi semata, sehingga tidak sedikit orang yang akan mengucap syukur kepada Tuhan kalau dia diberkati dalam hal materi, tetapi melupakan berkat yang tidak berbentuk materi. Padahal berkat Tuhan lebih besar dari pada berbicara mengenai materi. Materi bukanlah satu-satunya berkat Tuhan, namun materi menjadi salah satu kecil berkat dari pada Tuhan. Pengampunan, keselamatan, pemeliharaan, dan segala bentuk kasih setia Tuhan bagi kita merupakan hal yang lebih berharga yang seharusnya kita syukuri. (ay.8-12) “Mengingat segala kebaikan yang sudah dilakukan Tuhan, akan membawa hati kita semakin bersyukur senantiasa, melupakan kebaikan Tuhan hanya akan membawa kita tidak pernah puas dan selalu merasa kekurangan”

  2. Berjalanlah Bersama dengan Dia Senantiasa

    Sebagai orang percaya yang mengaku menjadi murid Kristus, seharusnya bukan hanya mengharapkan berkat-Nya saja dalam kehidupan kita. Namun, kita pun harus senantiasa belajar untuk mengasihi Dia. Pemazmur bukan hanya menceritakan segala berkat yang sudah dia terima, tetapi juga pemazmur mengingatkan kepada dirinya dan kepada setiap kita, bahwa kita adalah manusia yang terbatas, berasal dari debu, dan hanya ciptaan yang harus bergantung kepada Sang Pencipta. Digambarkan menggunakan metafora bunga dan rerumputan yang hanya sebentar saja tumbuh dan mekar di waktu pagi (ay.14-15). Menegaskan bahwa kita tidak dapat berjalan sendiri, kita membutuhkan kasih setia Tuhan yang ada sepanjang musim hidup kita, yang ada sampai selama-lamanya (ay.17). Inilah berkat yang dimaksudkan oleh Pemazmur ketika kita berjalan bersama Dia, yaitu pimpinan dan kesetiaan-Nya yang kekal dan tidak berubah. Walaupun manusia adalah manusia yang fana dan terbatas, namun ketika dapat mengalami dan merasakan pimpinan dan kasih setia Tuhan merupakan hal yang sungguh melebihi daripada mendapatkan materi yang berlimpah.

    Jika kita perhatikan, pemazmur memberikan kunci agar kita mengalami berkat dan untuk dapat melangkah bersama dengan Tuhan yaitu takut akan Tuhan. Ayat 13 mengatakan bahwa “Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Tuhan”, kemudian di ay. 16 Pemazmur menegaskan bahwa, kasih setia Tuhan akan senantiasa mengikuti orang-orang yang takut akan Dia, yang selalu memegang titah-Nya. (ay.17). Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang mau berjalan dalam tuntunan Tuhan. Artinya memiliki keberanian untuk taat dan tunduk kepada Allah dalam segala keadaan. Hal yang harus kita yakini, ketika kita berjalan bersama Tuhan dan memiliki rasa takut akan Tuhan yang adalah sumber berkat, maka Tuhan kita yang penuh dengan kasih setia yang berkuasa atas segala sesuatu (ay.19) akan senantiasa memberkati kita.

    Dapat berjalan bersama dengan Dia, dan mengalami kasih setia Tuhan merupakan berkat yang terindah dalam hidup ini

APLIKASI KEHIDUPAN

(PROFIL MURID : KRISTUS, KARAKTER, KOMUNITAS, KELUARGA & KESAKSIAN)

PENDALAMAN

Apa pemahaman berkat menurut Anda? Apakah berkat Tuhan hanya dipandang lewat ukuran materi? Apakah Anda saat ini sedang mengalami perjalanan bersama dengan Tuhan? Sharingkan!

PENERAPAN

Bagaimana untuk kita senantiasa memiliki hati yang bersyukur atas segala kebaikan Tuhan? Langkah konkrit apa yang dapat Anda kerjakan untuk menjadi pribadi yang takut akan Tuhan?

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku

~ Yohanes 14:6

Visi GII Hok Im Tong
Menjadi sebuah gereja yang berkenan di hati Tuhan, mempersembahkan yang terbaik bagiNya, mencapai kualitas dan kuantitas pelayanan yang berkembang, agar dalam dinamika dapat menggerejakan keluarga dan mengkeluargakan gereja bagi kemuliaan Allah.
Rekening Persembahan
BCA
514.003.0700 a/n GII Gardujati
CIMB Niaga
205.01.00018.00.1 a/n GII Hok Im Tong
OCBC NISP
073.800.00005.8 a/n Gereja Injili Indonesia
Sekretariat
Jl. Gardujati no. 51
Bandung 40181
Tel. (022) 6015276
Fax. (022) 6015275
Email: gii@hokimtong.org
Website: http://hokimtong.org
©2018 GII Hok Im Tong