Tema Sepekan

ilustrasi tema sepekan
10 - 16 Des 2017

KRISTUS RAJA DAMAI Yesaya 9:1-5

EKSPRESI PRIBADI

Minggu lalu kita telah belajar dari seorang yang bernama Ahas yang menolak untuk meminta "tanda" kepada Allah. Jika kita bicara tentang "tanda", maka ada saatnya dicari orang karena memberikan petunjuk dan pengertian dalam hidup ini. Sebaliknya, jika tidak ada "tanda" maka akan membuat kebingungan bahkan kesalahan dapat terjadi karena kurangnya arahan dan pengertian. Namun "tanda" hanya dapat diminta dan diberikan oleh pihak yang berotoritas untuk menyatakan sebuah pesan. Sehingga sekalipun otoritas yang memberikan "tanda" tidak terlihat atau tidak hadir, tanda itu cukup untuk memberikan pengertian dan pesan bagi siapapun yang melihat "tanda" tersebut. Tetapi sebaliknya jika kita tidak menghormati "tanda" atau bahkan dengan sengaja mengabaikan tanda maka sikap demikian akan mendatangkan penghukuman.

EKSPLORASI FIRMAN

Meskipun penolakan umat kepada Allah mendatangkan penghukuman, namun tuntunan Allah menuju tujuan akhir adalah keselamatan umat-Nya, bukan penghukuman. Itulah sebabnya Allah melalui Yesaya berbicara tentang datangnya seorang pelepas yang pada suatu hari akan menuntun umat Allah kepada sukacita dan damai, yaitu Mesias - Yesus Kristus, Raja Damai. Keselamatan dari Allah adalah anugerah semata, keselamatan membalikkan situasi gelap yang meliputi umat Tuhan;

  1. Dari kelam menjadi terang

    Keselamatan mengubah kedukaan yang mencekam menjadi sukacita besar yang melepaskan kuk. Allah memakai seorang manusia yang berkenan kepada-Nya, seorang yang bergantung sepenuhnya pada kuasa, kebenaran dan keadilan Allah. Jadi "terang" akan bersinar pada orang-orang yang berjalan dalam "kegelapan."

    Pemenuhan awal nubuatan ini tidak diragukan lagi sebagaimana Matius mengutip teks ini bersamaan dengan permulaan pelayanan Yesus di Galilea. Menarik jika kita perhatikan bahwa Bait Allah bukan tujuan pertama Yesus membawa terang-Nya menyinari umat-Nya, melainkan Galilea yang disebut juga sebagai wilayah bangsa lain (Yes.8:23), yang seringkali diperlakukan dengan bengis oleh Pilatus (Luk.13:1), dipandang hina oleh orang Yahudi (Yoh.7:41,52). Yesus membawa anugerah dan kebenaran dan mulai melayani di Galilea dengan ajaran-ajaran-Nya dan mukjizat-mukjizat-Nya di Galilea. Inilah penggenapan atau "tanda" bahwa benar Yesuslah Mesias yang dinantikan. Tempat dimana orang diperlakukan tidak adil adalah tujuan pertama Yesus dalam pelayanan-Nya.

  2. Dari raja kelam hingga Raja Damai

    Gambaran seorang raja bernama Ahas yang menolak bertindak dalam tuntunan Allah, yang hidupnya tidak tunduk pada kebenaran dan tidak memperjuangkan keadilan terjadi bagi bangsanya. Sungguh alangkah berbeda dengan hidup seorang Raja yang kelak hidup takut Allah, hidup sesuai hukum Allah, dan disertai Allah dengan hikmat bijaksana dalam pemerintahan-Nya.

    Yesaya memberikan karakteristik Mesias dengan sebutan:
    1. Penasihat Ajaib artinya dia adalah pribadi yang memiliki hikmat untuk mengatur dalam setiap rencana-Nya,
    2. Dia adalah Allah Yang Perkasa sebagaimana Yesus berkata segala kuasa diberikan kepada-Ku (Mat.24:30),
    3. Bapa Yang Kekal menggambarkan sebagai Allah atas segala jaman
    4. Raja Damai yang diartikan sebagai kondisi dimana segala sesuatu akan berjalan sebagaimana mestinya dalam kedaulatan-Nya (undisturbed destiny)

Terang itu kini telah bersinar merefleksikan sinar-Nya kepada setiap umat-Nya agar dapat menghadirkan damai, mematahkan "tongkat si penindas" dengan membawa kabar baik bahwa seorang putera telah diberikan untuk setiap orang yang tertindas sehingga Raja Damai dapat lahir di setiap hati yang gelap, tertindas dalam ketidakadilan..

APLIKASI KEHIDUPAN

M

Apakah artinya "Damai" bagi kehidupan Anda saat ini?

U

Karakter apa yang bisa dilakukan atau dikembangkan untuk merefleksikan teks ini?

R

Pembelajaran apa yang dapat diterapkan dalam komunitas jika melihat penggenapan nubuat ayat 1 ketika Yesus melayani di Galilea?

I

Pembelajaran atau nilai apa yang penting untuk terjadi terlebih dahulu atau dapat dibentuk di dalam keluarga Anda?

D

Apakah yang dapat dilakukan oleh gereja dalam konteks hidup bersama di masyarakat sebagai implementasi Yesaya 9:1-5?

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain

TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya

~ Amsal 15:29

Visi GII Hok Im Tong
Menjadi sebuah gereja yang berkenan di hati Tuhan, mempersembahkan yang terbaik bagiNya, mencapai kualitas dan kuantitas pelayanan yang berkembang, agar dalam dinamika dapat menggerejakan keluarga dan mengkeluargakan gereja bagi kemuliaan Allah.
Rekening Persembahan
BCA
514.003.0700 a/n GII Gardujati
CIMB Niaga
205.01.00018.00.1 a/n GII Hok Im Tong
OCBC NISP
073.800.00005.8 a/n Gereja Injili Indonesia
Sekretariat
Jl. Gardujati no. 51
Bandung 40181
Tel. (022) 6015276
Fax. (022) 6015275
Email: gii@hokimtong.org
Website: http://hokimtong.org
©2017 GII Hok Im Tong