365 renungan

Bijak dengan gadget

Hakim-hakim 17:1-6

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, ...
- Keluaran 20:4-5a

Awal Januari 2018 lalu, dua remaja di Bondowoso, Jawa Timur, dirawat di rumah sakit karena perilakunya yang aneh. Ternyata, perilaku aneh mereka disebabkan karena kecanduan gadget dan laptop. Bahkan salah seorang dari mereka, membentur-benturkan kepalanya ke tembok karena tidak dizinkan orangtuanya memakai gadget. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Society Radiological of North America yang menyatakan bahwa kecanduan pada gadget akan menyebabkan ketidakseimbangan unsur kimia di otak yang mengakibatkan efek fisik dan emosional yang tidak stabil dari si pengguna.

Dari Hakim-hakim 17:1-6 ini kita dapat membaca kisah seorang ibu yang sebenarnya punya maksud baik terhadap anaknya tetapi justru menjerumuskannya ke dalam dosa. Anak itu bernama Mikha, mendapatkan kembali uang ibunya yang telah lama dicuri oleh orang lain. Sang ibu berinisiatif untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas pertolongan-Nya menemukan kembali uangnya. Sayangnya, cara yang ia pakai untuk mengucap syukur tidaklah benar. Uang yang kembali itu sebagian dijadikannya patung pahatan dan patung tuangan, serta ditempatkan di rumah anaknya, Mikha. Akhirnya, sang Mikha pun menjadi penyembah berhala.

Cerita ini dapat menggambarkan kondisi zaman modern sekarang ini. Gadget dan Wi-Fi sudah menjadi kebutuhan bagi anak-anak masa kini. Walaupun demikian, sebagai orangtua, kita harus bijaksana dalam memberikan gadget kepada anak-anak kita. Jika tidak, maka gadget malah menjadi “berhala” bagi anak-anak kita.

Sangatlah penting kita memberikan bekal yang cukup bagi anak-anak bagaimana bersikap bijaksana dalam menggunakan gadget. Boleh memainkan gadget tapi dengan batasan-batasan yang jelas. Berapa lama maksimal waktu yang boleh dihabiskan dalam sehari. Apa saja yang boleh disaksikan dan dimainkan.

Marilah kita sebagai orangtua menjalin komunikasi yang baik dengan anak.

Biasakan anak-anak curhat permasalahan hidup mereka dengan Anda, bukannya curhat pada gadget mereka dengan update status atau chatting dengan teman-teman mayanya. Yang paling utama adalah berikan teladan kepada mereka, bagaimana Anda bijak dalam menggunakan gadget, yaitu memakai dengan didasari rasa takut akan Tuhan.

Refleksi Diri:

  • Bagaimana sikap dan cara Anda menggunakan gadget selama ini? Apakah sudah bijak dan didasari rasa takut akan Tuhan?
  • Apakah teladan yang telah Anda berikan kepada anak-anak Anda dalam menggunakan gadget?