365 renungan

Melihat kemustahilan

Yosua 10:7-15

Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!”.
- Yosua 10:12

Tugas Yosua boleh dikatakan mustahil. Ia harus memasuki Tanah Perjanjian, tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Musa. Untuk itu Yosua harus mengalahkan banyak sekali musuh yang kuat. Ia tidak sanggup untuk melakukannya, ia tidak sehebat Musa pendahulunya. Namun Tuhan yang berjanji, Dia juga yang akan menolong umat-Nya untuk bisa mendapati janji-Nya. Cuma memang Tuhan ingin umat-Nya juga punya tindakan yang tepat.

Yosua memohon kasih karunia Tuhan, Dia mendengarkannya dan Yosua bisa melihat kemustahilan. Matahari, bulan, bintang berhenti bergerak?! Wow! Untuk bisa sering melihat kemustahilan, kita harus selalu memandang ke atas, kepada Tuhan pencipta langit dan bumi, yang karya-Nya begitu ajaib, tak terselami jalan pikiran kita. Dia bisa melakukan apa yang nampaknya mustahil bagi kita. Ketidakmengertian kita untuk mencari solusi dan jalan keluar, ketidakpahaman kita akan semua yang terjadi, ketidakmampuan kita mengerjakan sesuatu, semua dapat kita bawa kepada Tuhan Yesus.

Yosua akhirnya bisa menang karena Tuhan yang berjalan di depannya. Ia terus berjalan maju sambil memandang ke atas. Ia terus maju dengan gagah berani, tak takut menghadapi rintangan yang hebat. Yosua yakin bahwa Tuhan akan meneguhkannya dan Tuhan juga akan menyertainya. Ia kerahkan yang terbaik untuk menghadapi masa depannya.

Dalam menjalani hidup terkadang kita menghadapi permasalahan yang seakan mustahil untuk dipecahkan. Kita seperti menghadapi jalan buntu, tak tahu hendak ke mana mencari solusi permasalahan kita. Menjadi lemah, tak berdaya. Hati pun kecut, pikiran tidak bisa berpikir dengan logis. Itu semua, membuat kepala tertunduk, lesu, tak berdaya menahan beban kehidupan. Semangat pun patah, kita pasrah siap menerima kekalahan.

Tapi ingat, kekalahan kita terjadi tidak disebabkan oleh kuatnya musuh kita. Kita gagal bukan karena beratnya persoalan kita. Kita sebetulnya gagal karena kita berhenti tidak mau maju. Tuhan mau kita maju karena Tuhan akan membuat kita melihat mukjizat pertolongan-Nya. Teruslah memandang ke atas, yaitu kepada Tuhan Yesus yang senantiasa mengarahkan mata-Nya dan siap menolong umatNya yang selalu tekun dan setia mengikuti jalan-Nya.

Salam melihat mukjizat.

Refleksi Diri:

  • Pernahkah Anda mengalami dan menghadapi permasalahan yang seakan mustahil untuk dipecahkan? Apa yang Anda lakukan saat itu?
  • Bersama Yesus kita pasti akan melihat mukjizat, bagaimana Anda akan meyakini pernyataan ini?