365 renungan

Terbuka terhadap Firman Tuhan

Yeremia 36

karena Aku telah berbicara kepada mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkan, dan Aku telah berseru kepada mereka, tetapi mereka tidak mau menjawab.
Yeremia 35:17

Ini adalah sebuah kisah yang menyedihkan. Bangsa yang dipilih oleh Tuhan justru tidak suka akan firman Tuhan. Kisahnya bermula ketika Yeremia mengutus Barukh, seorang juru tulis–yang tugasnya mencatat firman Tuhan yang diucapkan-Nya melalui Yeremia (ay. 4)–untuk membacakan perkataan-perkataan Tuhan di rumah Tuhan (ay. 5-6). Barukh melakukan seperti yang dikatakan Yeremia, malah pemimpin-pemimpin memanggilnya juga untuk membacakan lagi firman yang disampaikan (ay. 14-15). Tidak diceritakan detail isi firman tersebut, tetapi intinya bisa kita lihat di bagian awal (ay. 3). Isinya tentang malapetaka yang akan terjadi pada bangsa Israel agar mereka bertobat sehingga Allah mengampuni mereka.

Pemimpin-pemimpin menganggap firman ini sangat penting sehingga raja harus mendengarnya. Namun Raja Yoyakim adalah orang yang benar-benar tidak peduli dengan firman Tuhan. Respons teguran firman Tuhan pada saat itu seharusnya pertobatan yang sungguh, dengan mengkoyakkan pakaiannya tetapi ia malah membakar firman Tuhan tersebut sekalipun orang-orang menghalanginya (ay. 23-25). Bahkan raja memerintahkan supaya Barukh dan Yeremia ditangkap (ay. 26). Sungguh raja yang keras hati. Ia merasa dirinya sama sekali tidak bersalah di hadapan Tuhan. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Hatinya begitu keras. Ketika firman Tuhan tidak sesuai dengan kesenangannya maka firman-Nya dianggap tidak berguna dan dibuang begitu saja. Namun lihatlah kesudahannya, Yoyakim malah dibelenggu dengan rantai oleh raja Babel (2Taw. 36:6).

Kita harus belajar terbuka terhadap firman Tuhan. Bukan hanya menerima apa yang menyenangkan bagi kita tetapi juga terbuka atas setiap teguran yang menuntut pertobatan. Mungkin dari saat teduh yang kita baca atau dari khotbah yang kita dengar di gereja, kita diingatkan untuk bertobat dan meninggalkan dosa yang selama ini kita lakukan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk menerima teguran Tuhan dan bertobat, bukan membuangnya. Teguran Tuhan kepada kita adalah tanda sayang-Nya agar kita tidak salah arah. Tuhan tolong ampunilah kami yang seringkali mengeraskan hati ketika mendengar teguran-Mu.

TEGURAN TUHAN ADALAH TANDA KASIH KEPADA ANAK-ANAK-NYA SUPAYA TIDAK SALAH ARAH.