Caregroup umum

Grace empowers the best work (anugerah melengkapi karya terbaik)

1 Korintus 15:9-10

EKSPRESI PRIBADI

Joni Eareckson Tada hidupnya berubah total, dari remaja yang penuh semangat menjadi seorang yang tidak berdaya sama sekali, karena kecelakaan yang menyebabkannya lumpuh, hidupnya harus berakhir di kursi roda. Hari-harinya dipenuhi kesedihan dan keputusasaan, tetapi peristiwa itu bukan saja mengubahkan kesehatannya, tetapi cara pandang dan cara hidupnya pun menjadi berubah, saat dia sungguh mengenal Tuhan Yesus yang mengasihi dan menyelamatkannya. Sekalipun mengalami kelumpuhan seumur hidupnya, tetapi dia bangkit dari keputusan dan hidupnya memberkati banyak orang dengan hidupnya.

Ketika seseorang mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus dan mengalami anugerah keselamatan, seharusnya cara pandang dan cara hidup seseorang itu berubah. Apakah Anda mengalami pengalaman yang demikian?

EKSPLORASI FIRMAN

Kehidupan Paulus jauh berbeda sebelum dia mengenal Tuhan Yesus dan sesudahnya. Banyak surat-suratnya membahas bahwa keselamatan itu hanya anugerah saja. Itu juga yang Paulus mau jelaskan kepada jemaat Korintus tentang Injil yang mereka terima, ketika mereka ragu akan Kristus yang bangkit. Paulus menjelaskan tentang hal itu, termasuk penjelasan melalui pengalamannya bagaimana dia bisa percaya Tuhan Yesus. Dia memandang anugerah Allah itu dari 2 sisi yang sangat penting:

Pertama adalah ketidaklayakan diri. Paulus mengungkapkan betapa tidak layak dirinya diselamatkan. Bahkan ia menyebut dirinya paling hina di antara para rasul lainnya dan tidak layak disebut rasul. Paulus masih menambahkan lagi ketidaklayakkannya "aku penganiaya jemaat". Jadi ada penekanan yang begitu jelas bahwa Paulus sungguh-sungguh merasa dirinya tidak layak untuk diselamatkan, bukan karena ada sesuatu dalam dirinya maka dia diselamatkan, tetapi murni karena anugerah Allah.

Kedua adalah keluarbiasaan kasih karunia Allah. Sebagaimana yang Paulus katakan "Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti anak yang lahir sebelum waktunya" Ini bisa diartikan, dia melihat kekhususan dari Allah, karena dalam keadaan yang paling buruk (sedang berusaha untuk menganiaya jemaat), justru Tuhan Yesus itu menghampirinya. Kekotoran dan keburukan, ketidaklayakkan hidup Paulus itu tidak menghalangi kasih Allah untuk menghampirinya.

Setiap orang percaya seharusnya memahami bahwa keselamatan yang diterimanya dengan selalu melihatnya dari dua sisi, ketidaklayakkan diri dan keluarbiasaan kasih karunia Allah. Cara pandangnya diubahkan, bagaimana memandang Tuhan, dirinya dan sesama. Tetapi bukan hanya cara pandang yang berubah, tetapi cara hidupnya pun harus berubah, karena kasih karunia Allah itu tidak berhenti pada keselamatan saja, orang yang diselamatkan seharusnya terus maju di dalam pertumbuhan iman dan melakukan pekerjaan pelayanan yang Tuhan kehendaki dengan sungguh-sungguh.

Kasih karunia Allah itu memberikan status yang baru, seperti yang dikatakannya "tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku sekarang." Kasih karunia Allah itu jelas mengubahkan hidup Paulus menjadi orang percaya, dan kasih karunia Allah itu juga mengubahkan dia juga untuk menjadi pelayan Tuhan. "Aku ada sebagaimana aku sekarang," yaitu status Paulus sebagai seorang percaya, seorang yang sudah menikmati akan kasih karunia Allah. Seseorang yang sadar hidupnya menerima kasih karunia, dia pasti sadar statusnya sudah berbeda, hidup yang dijalani adalah hidup yang sesuai dengan status yang baru. Seperti yang Paulus katakan juga "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" Maka Paulus melihat betapa berharganya kasih karunia yang Tuhan berikan. Dari penganiaya diubahkan menjadi pelayan Tuhan yang handal dan setia.

Kasih karunia Allah itu memampukan dirinya untuk memaksimalkan kehidupannya untuk melayani Tuhan. Dua kalimat yang dia katakan adalah "kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia…sebaliknya aku telah bekerja lebih keras dari mereka semua" Tidak sia-sia di sini, maksudnya anugerah yang Allah berikan itu pasti berhasil, ada kekuatan Allah yang besar. Paulus memaknai hidup yang karena kasih karunia Allah dengan memberikan hidup yang sungguh berkenan kepada-Nya. Paulus tidak pernah hitung-hitungan dalam mengerjakan pekerjaan Tuhan. Dia bekerja keras, sekalipun banyak halangan dan kesusahan yang harus dialaminya. Dia tidak pernah mundur dari pelayanannya, bukan karena dia rasul, tetapi karena dia sudah mengecap dan merasakan kasih karunia itu. Maka dia menekankan di bagian akhir "tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku" Paulus bukan sedang membanggakan dirinya, tetapi ia ingin menunjukkan melalui pelayanan yang ia kerjakan bahwa faktor yang terpenting di dalam pelayanannya bukan terletak pada kehebatan dirinya, tetapi pada penyertaan Tuhan. Jika bukan karena kasih karunia Allah yang menyertainya maka segala sesuatu yang dikerjakannya adalah sia-sia (Bdk. Yoh. 15:5).

Singkat kata, Paulus hendak menegaskan bahwa seluruh kehidupannya ditopang dan digerakkan oleh kasih karunia Allah. Jika ada kasih karunia Allah yang menyertai, maka setiap orang percaya seharusnya dapat berkarya melayani Tuhan. Cara pandang dan cara hidupnya seharusnya tidak sama lagi. [RR]

APLIKASI KEHIDUPAN

(PROFIL MURID : KRISTUS, KARAKTER, KOMUNITAS, KELUARGA & KESAKSIAN)

profil murid

Pendalaman

Mengapa orang yang hidupnya sudah mengalami anugerah Tuhan seharusnya hidup memuliakan-Nya dengan sungguh-sungguh?

Penerapan

Komitmen konkrit apa yang mau Anda lakukan sebagai pribadi yang sudah mengalami anugerah Allah?

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.