Edisi 185 - ETIKA

ETIKA. Mungkin kita sering mendengar kata ini tanpa tahu dengan pasti ar­ti nya. Sederhananya, etika itu berbicara tentang hukum moral manusia. Namun hu kum moral manusia ini juga tidak selalu sama bagi setiap kelompok manusia. Mi salnya saja etika Kristen itu berbeda dari etika kepercayaan­kepercayaan lain nya, meskipun banyak unsur kesamaannya, terutama yang melibatkan ke­ma nusiaan, seperti tidak boleh mencuri, tidak boleh berbohong, tidak boleh mem bunuh dan lain­lain. Tetapi dalam hal pernikahan, perceraian, misalnya, hu kum moralnya tidaklah sama. Etika itu penting untuk membentuk manusia yang berbudi luhur. Jika semua orang beretika, tidak akan ada tawuran, begal, ko rupsi, dan tindak kriminal lainnya; tidak akan ada saling membenci dan ber­musuhan dan hal­hal yang bersifat negatif lainnya.

Selain kata etika, kita sering juga mendengar kata etiket. Kata ini tidaklah sa ma dengan etika. Etiket berkaitan dengan tatakrama, dan tatakrama dari se tiap suku bangsa dan kelompok/tingkat masyarakat tidaklah sama. Misalnya, ta takrama bertemu dengan seorang presiden tidaklah sama dengan tatakrama ki ta bertamu ke rumah seorang biasa. Tatakrama orang Jawa tidaklah sama de ngan tatakrama orang Papua.

Di dalam edisi ini, kita hanya akan membahas etika yang berkaitan dengan orang­orang percaya, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh di lakukan oleh anak­anak Tuhan. Mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang sebaiknya dihindari oleh anak­anak Tuhan. Isu yang akan dibicarakan juga ha nya yang berkaitan dengan kehidupan orang banyak di masa kini, seperti per nikahan, iptek dalam hidup kita, ibadah yang berkenan kepada Tuhan dan be berapa lainnya. Harapan kami, dengan artikel­artikel yang kami sajikan, pem baca dapat belajar bagaimana menjadi seorang Kristen yang beretika, se hingga kita dapat menjadi terang dan garam dunia yang memuliakan nama Tu han di manapun kita berada. SELAMAT BELAJAR BERETIKA YANG BENAR.

Redaksi


Unduh