Bagikan artikel ini :

Extravagant Love (Kasih yang "Boros")

Yohanes 12:1-8

EKSPRESI PRIBADI

Salah satu kebutuhan mendasar dalam kehidupan manusia adalah dikasihi dan mengasihi. Manusia dengan segala cara akan meraih dan mencapai kebutuhan itu dalam hidupnya baik dalam cara yang salah maupun dalam cara yang benar. Sebagai contoh, seorang pria yang jatuh cinta kepada seorang wanita maka dengan segala cara akan berusaha menunjukkan cintanya kepada wanita itu dengan harapan wanita yang dicintainya itu juga akhirnya mencintainya. Ini sekali lagi menunjukkan bahwa dicintai dan mencintai merupakan sebuah kebutuhan yang ada dalam perjalanan kehidupan manusia

Bagaimana dengan diri kita sebagai orang-orang yang disebut sebagai orang Kristen yang dikasihi oleh Yesus Kristus selama ini? Apakah sebagai orang yang sudah dikasihi sedemikian rupa oleh Yesus Kristus, kita pun sudah mengasihi Yesus dengan lebih sungguh? Mari sharingkan dalam kelompok masing-masing hal apa saja yang sudah Anda lakukan sebagai bentuk Anda mengasihi Yesus Kristus dalam hidup Anda!

EKSPLORASI FIRMAN

Penulis Injil Yohanes tampaknya ingin menekankan bahwa kisah Yohanes 12:1-8 ini tidak dapat dilepaskan dari peristiwa yang dialami oleh Lazarus. Perjamuan ini dikaitkan dengan kebangkitannya dan ada suatu ungkapan syukur yang besar yang dialami oleh Maria, Marta dan Lazarus atas apa yang dilakukan oleh Yesus dalam kehidupan keluarga mereka. Keluarga ini sungguh-sungguh merasakan betapa Yesus Kristus mengasihi mereka dan telah melakukan perbuatan kasih yang membuat mereka sangat bersyukur akan itu dan bagian ini menjadi bentuk cinta dan kasih mereka kepada Yesus yang mengasihi mereka.

Seberapa besar Maria mengasihi Yesus? Kita dapat melihat dengan apa yang dilakukan oleh Maria kepada Yesus. Maria rela mengorbankan sesuatu yang sangat berharga untuk Yesus. Minyak wangi (Myron) yang Maria curahkan adalah jenis minyak narwastu yang biasanya dipakai untuk acara spesial dan untuk orang-orang spesial pada waktu itu. Bahkan yang dilakukan oleh Maria lebih dari memberikan minyak yang bagus dan murni itu, tetapi Maria juga menyekanya dengan rambutnya yang berarti minyak yang diberikan kepada Yesus sungguh banyak sampai ia harus menyekanya dengan rambutnya dan ruangan itu menjadi sangat harum pada waktu itu. Lebih dalam lagi, yang dilakukan Maria itu dengan menyeka minyak itu memakai rambutnya adalah bentuk perendahan hati yang dilakukan Maria di hadapan Yesus Kristus. Maria menunjukkan penghormatan yang tertinggi kepada Yesus Kristus dan penghargaan tertinggi yang diberikannya kepada Yesus Kristus diikuti dengan perendahan diri serendah-rendahnya yang dilakukannya.

Yang menarik dalam cerita ini adalah perilaku Maria kepada Tuhan Yesus dikontraskan dengan perilaku Yudas Iskariot yang menyalahkan perilaku Maria seperti sebuah pemborosan. Yudas Iskariot mewakili semua orang yang melihat segala sesuatu dari sudut pandang materi saja. Yudas Iskariot mewakili semua orang-orang yang sangat “hitung-hitungan” dengan Tuhan Yesus dan sebenarnya yang dipikirkan oleh Yudas Iskariot adalah dirinya sendiri dan bukan Tuhan Yesus Kristus. Yudas Iskariot memperlakukan Tuhan Yesus bukan dari relasi tetapi berdasarkan untung dan rugi dan akhirnya orang seperti Yudas Iskariot akan berjalan menuju kepada kebinasaan karena yang dipikirkannya adalah sesuatu yang hanya bersifat fana dan duniawi semata.

Bagaimana dengan kita sebagai orang Kristen dalam menjalani hidup ini? Kita tentu sangat mengetahui betapa besar kasih Allah kepada kita dengan memberikan Yesus Kristus mati menebus dosa kita. kita yang seharusnya menuju kepada kebinasaan dan kematian kekal namun Ia menggantikan kita dan menyelamatkan kita sehingga kita memiliki pengharapan kekal dan hidup di dalam anugerah demi anugerah-Nya. Semua dilakukan oleh Allah karena semata-mata Ia sangat mengasihi setiap kita. Jika kita mengetahui bahwa Allah sedemikian mengasihi kita, apakah kita sudah mengasihi-Nya? Orang yang mengasihi Tuhan tidak akan mungkin hitung-hitungan dengan Tuhan. Orang yang mengasihi Tuhan akan melakukan apapun yang terbaik dan maksimal untuk Tuhan yang ia kasihi. Orang yang mengasihi Tuhan pasti akan berusaha mencari cara bagaimana membuat Tuhan senang dengan segala perilaku, pemikiran dan perkataannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelang minggu-minggu sengsara ini, marilah kita merenungkan sejauh mana kita sudah mengasihi Yesus dalam hidup kita dan apakah yang sudah kita korbankan bagi Yesus atau selama ini kita seperti seorang Yudas Iskariot yang tidak memiliki hati untuk Tuhan dan bahkan tidak mau berkorban apapun untuk Tuhan Yesus? [HH]

APLIKASI KEHIDUPAN

Pendalaman

Sebagai seorang Kristen, bentuk kasih seperti apa yang sudah Anda lakukan kepada Yesus Kristus yang mengasihi Anda?

Penerapan

Ungkapan kasih yang boros seperti apa yang Anda bisa lakukan bagi Kristus dalam bentuknya yang paling nyata?

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.