Bagikan artikel ini :

A Call To Be Faithful (Panggilan Untuk Tetap Setia)

Wahyu 3:7-13

EKSPRESI PRIBADI

Apakah hal yang paling mahal dan jarang ditemui dalam dunia masa kini?” Mungkin ada yang menjawab hal yang mahal dan jarang ditemui adalah kepintaran, atau ada yang menjawab hal itu adalah bijaksana, atau ada juga yang menjawab hal itu adalah kerendahatiaan, dan lainnya. Memang jika pertanyaan di atas ditanyakan kepada setiap kita pasti dengan mudah sesuai dengan konteks masing-masing, kita akan menjawabnya. Namun, tahukah bahwa ada satu hal yang sangat mahal dan ironisnya sudah jarang sekali ditemui dalam dunia masa kini, yaitu berbicara tentang kesetiaan. Dengan mudah sekarang kita melihat manusia tidak setia dan tidak lagi mempunyai karakter dan sifat setia dalam dirinya. Bagaimana dengan kita dalam menjalani hidup ini? Apakah kita masih termasuk di dalam golongan orang-orang yang setia?

Sharingkan hal apa yang sulit membuat Anda tidak setia dalam kehidupan Anda?

EKSPLORASI FIRMAN

Jika kita melihat sejarah perjalanan kehidupan anak-anak Tuhan dalam dunia ini, maka kita akan melihat perjalanan kehidupan yang selalu dihiasi dengan penderitaan dan penganiayaan. Anak-anak Tuhan selalu diperhadapkan dengan pilihan, yaitu tetap setia kepada Tuhan atau menyangkal Tuhan untuk tetap bisa hidup. Kesetiaan terhadap Tuhan selalu menjadi penentu kehidupan anak-anak Tuhan dalam dunia ini. Secara khusus dalam konteks kitab Wahyu ini, kita dengan mudah akan melihat konteks pada waktu itu anak-anak Tuhan juga sedang diperhadapkan kepada pilihan tetap setia kepada Tuhan dengan ganjaran akan disiksa dan dianiaya atau menyangkal Tuhan untuk tetap hidup dan tidak dianiaya.

Jemaat Filadelfia dalam wahyu 3 merupakan salah satu jemaat yang disebut sebagai jemaat yang setia. Meskipun dalam konteks penganiayaan dan penderitaan yang harus dihadapi oleh orang-orang Kristen pada waktu itu, jemaat ini tetap setia dan tidak menyangkal nama Tuhan (Wahyu 3:8). Mereka disebut sebagai jemaat yang menuruti Firman Tuhan. Pernyataan ini berulang kali disebutkan di dalam perikop Wahyu 3:7-13 dan menjadi kunci dari kesetiaan jemaat ini kepada Tuhan. Mereka adalah jemaat yang tekun menantikan Tuhan dan senantiasa berelasi dengan Tuhan dalam perjalanan kehidupan mereka. Karena relasi dengan Firman dalam perjalanan kehidupan mereka menjadikan mereka dapat tetap setia kepada Tuhan di tengah-tengah konteks penderitaan dan penganiayaan yang mereka hadapi.

Bagaimana dengan kita pada masa kini? Kita disebut sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus yang adalah Jurus’lamat satu-satunya namun apakah kita sudah setia kepada Tuhan dalam perjalanan kehidupan kita? Banyak hal yang sangat mungkin membuat kita kehilangan kesetiaan kita kepada Tuhan. Ketika diperhadapkan dengan karir yang semakin menanjak namun kita harus kerja sepanjang hari dan tidak lagi mempunyai waktu beribadah kepada Tuhan. Ketika kita diperhadapkan dengan pasangan hidup yang tidak seiman dan membuat kita harus berubah keyakinan demi pasangan kita.Ketika kita melihat banyak orang-orang yang lebih sukses dari kita dengan kepercayaan lain di luar Tuhan. Ketika godaan uang membuat kita akhirnya tidak lagi menuruti Firman Tuhan. Ketika godaan tahta dan harta membuat kita tidak setia kepada Tuhan. Dengan mudah kita akan menemukan hal-hal yang bisa membuat kita kehilangan kesetiaan kita kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan itu mungkin mudah kita katakan dan ucapkan namun mempertahankan kesetiaan kita kepada Tuhan adalah hal yang seringkali sulit untuk kita lakukan dalam hidup kita.

Kesetiaan kita kepada Tuhan itu tidak bergantung seberapa kuatnya kita bertahan, namun seberapa kuatnya relasi kita dengan Firman yang akan memampukan kita untuk terus setia kepada Tuhan. Ketika relasi kita dekat dengan Firman, maka Firman itu akan memberikan kita kekuatan dalam menjalani kehidupan kita untuk terus setia berjalan di dalam kehendak Tuhan. Kita dapat terus setia kepada Tuhan dalam hidup kita kalau kita mempunyai relasi yang dekat dan intim dengan Tuhan melalui FirmanNya. Bahkan di tengah ketidakenakan dan ketidaknyamanan sekalipun, kita tetap setia kepada Tuhan karena Firman itu menguatkan dan meneguhkan kita.

Apapun situasi kehidupan yang kita hadapi, kita perlu senantiasa ingat bahwa Tuhan adalah Allah yang setia kepada kita, Ia tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan terlebih dahulu telah mengajarkan apa artinya kesetiaan kepada manusia sehingga kita belajar setia kepada Tuhan yang terlebih dahulu setia di dalam hidup kita.[HH]

APLIKASI KEHIDUPAN

Pendalaman

Adakah hal-hal di dalam hidup Anda yang seringkali membuat Anda sulit setia kepada Tuhan?

Penerapan

Sharingkan kesetiaan dalam hal apa yang Anda rindu lakukan bagi Tuhan tahun 2020 ini.

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.