Pembinaan

Kuasa kebangkitan Kristus

"Tetapi andai kata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" (I Korintus 15:14).

Apa yang paling diharapkan oleh Iblis ? Apakah ia berharap orang Kristen tidak ke gereja? Tidak, ia membiarkan orang Kristen memenuhi gereja, gereja yang semakin sedikit menyebut nama Kristus dan tidak berpusat pada-Nya. Apakah ia melarang orang Kristen sibuk melakukan pelayanan kristiani? Tidak, ia membiarkan orang Kristen sibuk mengerjakan semua itu, karena intinya hobi, kegiatan social, atau bahkan satu wadah mencari kekuasaan. Apakah ia takut jika orang Kristen mission trip, merancang dan melakukan banyak proyek misi? Tidak, ia membiarkan persembahan misi terkumpul banyak dan dihabiskan untuk semua itu, karena ada uang yang tidak dipertanggungjawabkan, digunakan untuk kegiatan yang tidak efektif dan bukan Kristus yang diutamakan. Ia tidak takut semua itu, karena Iblis berharap yang terjadi adalah Kekristenan tanpa Kristus. Kekristenan yang tidak terpusat pada Kristus. Kebaktian, pelayanan, misi, dan semua ibadah kita dilakukan tanpa berpusat pada Kristus. Kita mungkin menyebutnya memuliakan Kristus, tapi ada banyak lagu yang dinyanyikan oleh orang Kristen di dalamnya tidak ada satu katapun yang mengambarkan Kristus, Yesus, salib atau Anak Domba Allah, semua hanya berbicara tentang Tuhan. Tuhan adalah istilah umum, setan tidak takut orang menyebut nama Tuhan, yang setan takuti adalah nama Tuhan Yesus Kristus. Coba perhatikan tema-tema kotbah yang ada: Diberkati untuk Menjadi Berkat, Maksimalkan Potensimu, Bagaimana Menjadi orang yang Berhasil, Bagaimana Memberi Persembahan, Menjadi Orang yang Berbeda, dst. Kotbah-kotbah yang menyebut nama Yesus sedikit namun tidak berpusat pada Tuhan Yesus, tidak berpusat pada Kristus. Orang Kristen mudah terpedaya, sampai ada tahun-tahun di mana gereja-gereja dipenuhi oleh orang yang memuja nama gubernur lebih banyak dari nama Kristus itu sendiri. Saya sedih. Itulah yang diprediksi oelh William Booth, pada tahun 1900 bahwa pada abad mendatang akan marak "Kekristenan tanpa Kristus." Dan itu persis seperti apa yang dikhotbahkan, diajarkan, dan disaksikan pada hari ini. Kristus hanya disinggung sambil lalu saja.

Jemaat, mari kita kembali pada inti utama kekristenan, Tuhan Yesus Kristus. Rasul Paulus menyatakan bahwa, jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kekristenan kita. Kebangkitan Kristus adalah pusat kekristenan kita. Mengapa?

Pertama, kebangkitan Kristus membuktikan bahwa kita beriman kepada Tuhan yang benar; benar dalam perkataan-Nya, benar dalam kehidupan-Nya, dan benar dalam keberadaan-Nya. Jauh sebelum Kristus mati dan kemudian bangkit, Ia mengatakan, "Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup … Percayakah engkau akan hal itu?" (Yoh. 11:25-26). Perkataannya sungguh benar dan dapat dipercaya, Ia telah membuktikan, bahwa ia tidak berdusta. Yesus pun benar dalam kehidupan-Nya. Penjahat di sebelahnya berkata bahwa Yesus hidupnya benar dan tidak bersalah, karena itu ia dengan yakin memohon, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Yesus Kristus tidak pernah bersalah dalam kehidupan-Nya. Pontius Pilatus sebagai Hakim Agung tidak bisa menemukan kesalahan-Nya, namun karena ia ingin diterima dan dihormati, ia melakukan keputusan yang bertentangan dengan nurani. Saat itulah istri Pontius Pilatus, mengingatkan, "Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya:

"Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."(Matius 27:19). Istri Pontius Pilatus ditulis dalam sejarah, bahwa ia telah sungguh percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat, banyak buku pernah menuliskannya salah satunya adalah, Paul L. Maier. Pontius Pilate: A Biographical Novel. Kregel Publications, 1995, ISBN 0-8254-3296-0, p. 370 (endnotes to Chapter 26). Itu sebabnya saudara-saudara kita Katholik memberikan julukan Santa Claudia Procies. Keberadaan Kristus itu menyatakan bahwa Ia benar-benar Tuhan. Ia adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi sekaligus Penguasa Semesta. Alam maut pun tidak bisa memenjarakan-Nya. Ia mati untuk menebus, Ia juga bangkit mengalahkan maut, bahkan Ia naik ke sorga dilihat oleh banyak sekali saksi.

Kedua, Kebangkitan Kristus membuktikan ada kebangkitan tubuh orang mati. Tubuh Kristus yang mati, sekarang bangkit. Kenyataan ini memberikan pengharapan bahwa ketika kita mati, kita yang mati di dalam Kristus, akan dibangkitkan kembali dengan tubuh kemuliaan untuk bisa hidup bersama-sama dengan Allah di Sorga. Di dunia ini ada beberapa paham; paham yang yakin bahwa orang mati akan hancur dan lenyap. Paham yang percaya bahwa tubuh adalah penjara jiwa karena itu tidak akan sampai ke sorga, tapi juga ada paham seperti yang disampaikan oleh Alkitab, bahwa tubuh yang mati akan dibangkitkan. Yesus Kritus adalah yang sulung, dan kemudian tubuh kitapun akan dibangkitkan oleh-Nya. Konteks 1 Korintus adalah orang-orang Yunani tidak percaya ada kebangkitan tubuh, karena itu rasul Paulus memberikan alasan-alasan kenapa Kristus bangkit, salah satunya adalah untuk meyakinkan kita bahwa ada kebangkitan tubuh orang mati.

Ketiga, Kebangkitan Kristus menyatakan bahwa Ia punya Kuasa atas maut dan kematian. Itulah kuasa terbesar, mampu menaklukan maut dan kematian. Jika yang paling besar dan mustahil dikalahkan oleh manusia saja Ia bisa taklukkan, maka segala kesulitan yang lain, akan dengan mudah Ia taklukkan. Dalam kehidupan ini, dosa, mati dan maut, semua sudah ditaklukan oleh Kristus. Itu seharusnya memberikan keyakinan untuk percaya kepada Kristus. Ia akan melepaskan kita dari segala dosa kita, ia akan memberikan kepada kita hidup yang kekal, dan ia akan menjamin tempat kita di sorga. Lalu bagaimana dengan kehidupan selama di dunia ini? Ada kuasa Kebangkitan Kristus yang menyertai kita, apabila kita menerima Kristus. Dengan menerima Kristus, kita menerima semua pertolongan Tuhan Allah, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Roma 8:32) Ketika Anda datang kepada Yesus, Darah-Nya menyucikan dosa-dosa Anda dan Anda dilahirkan kembali. Kiranya itu menjadi pengalaman Anda oleh iman di dalam Kristus Yesus. Kiranya Kristus yang telah bangkit menjadi realitas kehidupan bagi Anda. Pujianmu, ajaran dan kotbah yang Anda dengar serta semua aktivitas kekristenan kita, sungguh memuliakan Kristus. Jika itu Anda alami dan lakukan, maka kuasa kebangkitan Kristus juga akan menyertai jemaat sekalian di dalam mengarungi hidup dengan segala tantangan dan problematikanya. Kita akan menjalani hidup berkemanangan dan penuh arti karena Kuasa Kebangkitan Kristus. [HR]