Pembinaan

Menjadi gereja yang setia

Masalah pertumbuhan gereja selalu dinilai dengan pertambahan jumlah anggota gereja, sehingga sebagian orang memberikan sebuah penilaian bahwa gereja yang bertumbuh adalah gereja yang semakin besar jumlah anggotanya (fokus terhadap kuantitas). Pendapat yang berbeda mengatakan bahwa gereja yang bertumbuh dapat dilihat dari kualitas kerohanian anggotanya (fokus terhadap kualitas).

Gary L. McIntosh dalam bukunya "Biblical Church Growth" memiliki pendapat yang berbeda. Ia berpendapat bahwa ketika berbicara mengenai pertumbuhan gereja maka fokus utamanya bukanlah mengenai kuantitas jemaat atau kualitas kerohanian jemaat; bukan pula mengenai teknik, metode atau model pertumbuhan gereja; tetapi dasar dari pertumbuhan gereja yang Alkitabiah sesungguhnya adalah pemenuhan Amanat Agung (Mat. 28:19-20); dimana gereja dengan setia menjalankan Amanat Agung Yesus Kristus di dunia ini.

Pertumbuhan gereja sesungguhnya bukanlah "permainan angka atau metode" tetapi merupakan proses yang bertujuan untuk memenangkan jiwa untuk Kristus, menerima mereka ke dalam gereja lokal, dan pada akhirnya memperlengkapi mereka untuk pelayanan.

Setidaknya ada dua prinsip penting dalam memenuhi Amanat Agung Yesus Kristus:

Pertama, Hidup sebagai Utusan. Setiap kita harus menyadari akan Panggilan Allah ini: bahwa Allah memanggil dan mengutus gereja-Nya dalam pekerjaan misi di dunia. Adalah hal yang keliru jika pekerjaan misi hanya dipahami dan dilakukan oleh para misionaris atau Hamba Tuhan saja; sebaliknya Allah memanggil dan mengutus gereja-Nya (dalam pengertian seluruh umat-Nya) untuk mengerjakan pekerjaan misi-Nya di dunia yaitu mengabarkan Injil Yesus Kristus. Kalimat yang selalu diucapkan berulang kali oleh Pdt. Albert Rumbo adalah "Setiap hati yang memiliki Kristus adalah utusan Injil; setiap hati tanpa Kristus adalah ladang penginjilan." Keberadaan kita di dunia sesungguhnya adalah sebagai utusan Injil yang memperkenalkan Kristus kepada mereka yang belum mengenal-Nya.

Kedua, Menjangkau Semua Orang. Perintah Tuhan Yesus kepada kita adalah memberitakan Injil sampai ke ujung bumi, sebab Allah menghendaki agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Dengan kata lain, kehidupan dan penjangkauan kita sebagai utusan tidak dibatasi oleh batas daerah/wilayah geografis, batas bahasa, batas kebudayaan, atau pun batas kesukuan. Cakupan pelayanan misi-Nya adalah tanpa batas, yaitu ditujukan kepada semua orang yang masih terhilang dan belum mengenal-Nya. Dengan demikian dunia tempat Allah mengutus kita meliputi keluarga kita, tetangga kita, tempat kerja kita, teman dan rekan kita, sesama mahasiswa, dan setiap orang yang Allah berikan dalam hidup kita.

Pertumbuhan gereja alkitabiah sesungguhnya adalah suatu perjalanan, bukan tujuan akhir. Pertumbuhan gereja tidak didasarkan pada ilmu sosial, pemasaran, atau demografis, melainkan terjadi ketika gereja setia kepada Allah. Gereja yang setia adalah gereja yang loyal kepada Allah dan pekerjaan misi-Nya di dunia; itu artinya bahwa gereja harus taat kepada perintah-perintah Allah serta terhadap tujuan-Nya bagi dunia ini.

Tahun ini GII Hok Im Tong memasuki PMPI (Pekan Misi Pekabaran Injil) di tahun ke 43. Ini sesungguhnya adalah sebuah komitmen dari gereja (organisasi) untuk terus taat dan setia terhadap tugas penginjilan dari-Nya. Kita pun hendaknya terus berkomitmen agar menjadi gereja (organisme) yang setia kepada-Nya. Sumber daya terbesar di dalam sebuah gereja adalah orang-orang yang ada di dalamnya; bukan program, atau fasilitas dan juga keuangannya. Itu sebabnya sebagai utusan Injil, kita harus terlibat dalam mengerjakan pekerjaan misi Allah di dalam ladang penginjilan yang ada. Kita sudah diperlengkapi baik melalui talenta, sumber daya manusia, maupun melalui dana yang bisa dipergunakan sebagai bentuk keterlibatan diri kita pada pekerjaan misi-Nya.

Alkitab menuliskan berbagai kisah para pelayan yang setia: nabi-nabi, rasul-rasul, penginjil-penginjil, gembala-pengajar; mereka semua telah memberikan teladan akan kesetiaan kepada Allah dan pekerjaan misi-Nya. Tugas mereka sudah selesai, dan sekarang menjadi bagian dari kita untuk terus melanjutkan pekerjaan misi-Nya di dunia, setia dalam melaksanakan Amanat Agung-Nya, bergerak bersama bagi kerajaan Allah.

Kita tidak dipanggil untuk menciptakan pelayanan bagi Gereja-gereja yang statis dan yang merasa puas pada keadaannya sekarang di tengah-tengah jutaan pemenang lainnya. Kita dipanggil untuk menciptakan pelayanan yang akan terus membuat Gereja-gereja yang bertumbuh tetap bertumbuh dan Gereja-gereja yang tidak bertumbuh mulai berada pada taraf pertumbuhan yang pesat (Donald A. McGravan)

Ketika gereja (organisasi dan organisme) setia kepada Allah, niscaya Ia akan memberikan kehidupan di dalam gereja dan pertumbuhan gereja yang alkitabiah pasti terjadi, sebab sesungguhnya Allahlah yang akan memberikan pertumbuhan. [KL]