Bagikan artikel ini :

Eben-Haezer: Sampai Di sini (Eben-Haezer: To This Point)

I Samuel 7:1-14

BAHAN CARE GROUP

Mengingat segala kebaikan Tuhan merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kesehatan iman kita. Sebab dengan mengingat, pikiran kita akan selalu terhubung dengan Tuhan dan membuat hidup selalu terpusat kepada-Nya. Kesadaran kita selalu terjaga bahwa kita ada saat ini karena pertolongan dan kebaikan Tuhan. Keberhasilan kita melewati pelbagai situasi berat dan mencekam serta meraih apa yang diharapkan sebelumnya tidak pernah membuat kita takabur dan lupa diri. Sebaliknya membuat kita bersyukur karena semuanya buah dari pertolongan Tuhan.

Namun faktanya tidak mudah untuk menjaga ingatan tersebut. Sebaliknya ada kecendrungan yang sangat kuat untuk melupakan segala kebaikan-Nya dalam diri kita. Keadaan demikian tidak dapat kita anggap biasa saja. Itu merupakan penyakit rohani yang cukup mematikan. Maka, betul apa yang dikatakan oleh seorang teolog “the enemy of faith is forgetfulness.” Musuh dari iman adalah lupa. Seperti yang juga diingatkan oleh Ronald Dunn di dalam bukunya yang berjudul Faith Crisis, “Sifat lupa (kepada pertolongan-pertolongan Tuhan di masa lalu) benar-benar berbahaya untuk iman kita.” Oleh sebab itu kita harus berupaya melawan lupa yang mematikan semacam itu. Kita harus terus menjaga ingatan kita akan Tuhan dengan segala limpahan kebaikan-Nya.

Sharingkanlah dalam Care Group, bagaimana cara Anda menjaga ingatan akan Tuhan dan segala kebaikan-Nya secara kreatif?

EKSPLORASI FIRMAN

Israel selalu dihantui oleh kenangan buruk ketika mereka melihat dan mendengar bangsa Filistin! Dua kekalahan telak dalam dua pertempuran beruntun melawan Filistin yang telah menewaskan 34 ribu pasukan Israel selalu tersimpan dalam memori mereka (1 Sam 4:2, 10). Sebuah track record yang buruk saat Israel bertempur melawan Filistin. Mentalitas pesimis terbentuk dan berakar dalam diri mereka. Bukan hanya itu, masih teringat jelas bagaimana orang-orang Filistin merampas tabut perjanjian Tuhan yang merupakan lambang kehadiran Allah dari tangan mereka. Israel kehilangan pusaka yang menjadi kebanggaannya selama ini. Kehilangan tabut berarti kehilangan kehadiran Allah! Akibatnya mental dan semangat mereka runtuh seketika. Maka tidak heran ketika mereka mendengar bahwa raja-raja Filistin hendak kembali menyerang mereka, dikatakan “ketakutanlah mereka!” (1 Sam 7:7)! Di tengah ketakutkan itu, mereka menyampaikan keluhan dan kekhawatiran mereka kepada Samuel, agar ia tidak berhenti berdoa kepada Tuhan, memohon pertolongan-Nya (ay. 8). Lalu Samuel mempersembahkan seekor domba sebagai korban bakaran kepada Tuhan. Dan ia berseru bagi bangsanya. Tuhan mendengar serta menjawab seruan itu setelah sekian lama bergeming memalingkan wajah darinya. Ia turun tangan mendatangkan bunyi guntur yang hebat dan mengacaukan orang Filistin. Sehingga mereka mengalami kekalahan dan terpukul mundur hingga ke hilir Bet Kar (ay. 9,10). Ini merupakan keadaan yang berbeda. Momentum titik balik dialami oleh Israel. Semua karena pertolongan Tuhan. Oleh karena itulah, Samuel mengambil sebuah batu biasa dan meletakannya di antara Mizpa dan Yesana. Dan ia menamainya “Eben Haezer” atau “stone of help.” Batu tersebut semacam sebuah monumen atau batu peringatan untuk mengingatkan Israel bahwa “sampai disini Tuhan menolong kita” (ay. 12). Hal itu penting mengingat Israel adalah bangsa yang mudah lupa dengan Tuhan dan segala kebaikan pertolongan-Nya (Ul. 4:9; Neh 9:16-17b; Mzm 106:7, 13, 21-22; Hos. 13:6). Mudah mengingat situasi buruk dan membuat mereka menjadi kerdil serta pesimis saat menghadapi persoalan baru.

Samuel mendirikan batu itu untuk mengkoneksikan pikiran mereka kepada Allah. Sehingga mereka selalu teringat dan menyadari bahwa Allah tidak pernah berubah untuk dapat diandalkan. Pada hakikatnya Eben Haezer bukanlah batu yang istimewa, tetapi sama seperti batu biasa lainnya. Namun tersebut memiliki makna yang sangat berarti bagi Israel menjadi sebuah reminder untuk mengingatkan dan membangkitkan memori bangsa Israel bahwa kemenangan yang mereka peroleh semata-semata berkat pertolongan dari Tuhan. Dengan demikian, Eben Haezer adalah sebuah pengakuan jujur bahwa “sampai disini mereka bisa eksis dan mengalami kemenangan bukan karena kehebatan yang apa pada mereka, bukan karena mereka memiliki strategi yang jitu untuk mengalahkan Filistin, bukan karena mereka mampu membebaskan diri dari tekanan Filistin, namun oleh karena tangan Tuhan yang kuat telah menolongnya.”

Batu Eben Haezer didirikan supaya segala kenangan pahit dan kekalahan menyakitkan yang selama ini mengisi memori pikiran mereka diganti atau ditelan oleh kenangan indah akan pertolongan Tuhan yang telah membawa mereka kepada kemenangan. Bukan kali ini saja Tuhan menolong mereka. Melainkan sepanjang perjalanan sejarah Israel, Tuhan telah menyatakan pertolongan kepada mereka secara berlimpah. Sebab Tuhan tidak pernah berubah untuk terus menyertai dan memelihara umat-Nya. Pendek kata, Eben haezer hendak membangkitkan segala memori indah akan kesetiaan Tuhan atas Israel. Kesetiaan yang tidak pernah berubah oleh apapun yang terjadi. Sekalipun umat-Nya tidak setia, kesetiaan dan komitmen Tuhan tidak berubah kepada umat-Nya (Rat. 3;22-23; Mzm. 89:3; 103;17; Yes. 63:7). Dengan kata lain Eben Haezer bukan sekadar mengingatkan bahwa pertolongan Tuhan berakhir sampai disini, di titik tertentu dan itu menjadi kisah indah di masa lalu. Ini hanyalah sebagian saja yang telah Tuhan nyatakan. Eben Haezer memberikan keyakinan dan harapan di masa kini dan depan, bahwa Tuhan yang sama, yang telah sejauh ini menolong mereka, akan terus menyatakan pertolongan-Nya (ay. 13-14). Maka setiap kali bangsa Israel melihat batu Eben Haezer, mereka akan teringat Tuhan yang setia. Semua ini akan membuat mereka mengucap syukur dan bergairah untuk melangkah maju dengan optimis menghadapi kehidupan selanjutnya. Disana telah menanti masa depan yang baru, yaitu masa depan penuh kemenangan.[DA]

APLIKASI KEHIDUPAN

Pendalaman

Apa makna dari Eben-Haezer bagi hidup Anda?

Penerapan

Jika Tuhan senantiasa menyertai dan menolong Anda, bagaimana Anda menyikapi hal tersebut?

SALING MENDOAKAN

Akhirilah Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.