Pembinaan

Panduan bagi ayah

Tugas yang Tak Tergantikan

Menjadi seorang ayah tidaklah mudah. Ia bekerja mencurahkan cinta dua puluh empat jam sehari, padahal cinta yang dicurahkannya tidak selalu berbalas. Namun tugas ini adalah tugas paling penting yang bisa dimiliki seorang laki-laki, yakni tugas yang menempatkan seorang ayah sebagai sosok yang benar-benar dibutuhkan. Masa depan diri sendiri, keluarga dan masyarakat bergantung pada tugas yang dilakukan sebagai seorang ayah.

Kita masing-masing memiliki profesi dalam karier kita. Pada setiap profesi yang pernah kita jalani, kalau kita mau jujur, tidak ada satupun dari kita yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Bahkan dalam bidang di mana kita memperoleh penghargaan atau kesuksesan besar, kita tahu bahwa di luar sana pasti ada orang lain yang bisa melakukan pekerjaan itu sama bagusnya, atau bahkan lebih bagus daripada kita. Namun dalam tanggung jawab sebagai ayah bagi anak-anak kita, sama halnya ayah lain bagi anak-anaknya, kita tak tergantikan. Tidak akan pernah ada laki-laki lain yang bisa mencintai anak-anak kita sebesar cinta kita kepada mereka. Tidak ada laki-laki lain yang memiliki kondisi emosional dan spiritual sebaik kita dalam memahami anak kita. Tidak ada laki-laki selain kita yang bisa sepenuh hati membantu anak-anak kita meraih masa depan terbaiknya. Kita merupakan orang paling memenuhi syarat di seluruh dunia untuk melakukan pekerjaan ini. Bagi anak-anak, kita tak tergantikan.

Kita tidak hanya menjadi orang terbaik di seluruh dunia untuk tugas ini, tetapi juga merupakan tugas terbaik yang pernah kita miliki. Kehidupan anak-anak kita sangat dipengaruhi oleh tugas yang kita lakukan sebagai seorang ayah. Tidak hanya hidup anak-anak kita, tetapi juga anak-anak dari anak-anak kita, sampai generasi ketiga, keempat, dan seterusnya. Pengaruhlah yang kita wariskan kepada keturunan kita. Keberadaan seorang ayah selalu menjadi batu penjuru setiap peradaban. Kebanyakan masalah sosial yang dihadapi masyarakat kita (dari buta huruf, kehamilan di luar ikatan pernikahan, pengangguran, narkoba, hingga gangguan jiwa) berkaitan langsung dengan peran seorang ayah. Kabar baiknya adalah ayah yang baik (terbaik) itu dibentuk bukan dilahirkan.

Peta, Panduan, dan Penolong

Menjadi ayah terbaik adalah perjalanan seumur hidup. Bagaikan mengikuti lari maraton, perlu waktu, dedikasi, dan tekad kuat untuk melakukannya. Seperti layaknya semua perjalanan hebat, kita memerlukan tiga hal penting.

Pertama, kita butuh sebuah peta yang menunjukkan ke mana kita akan pergi. Peta ini merupakan sebuah visi., sebuah peta masa depan ke tempat mana kita ingin membawa orang-orang yang kita sayangi. Ini adalah peta yang membantu kita untuk memetakan tipe ayah seperti apa yang kita inginkan, dan keluarga macam apa yang kita ingin bentuk dalam lima, sepuluh bahkan dua puluh tahun ke depan. Peta ini akan semakin terasa manfaatnya ketika badai dan rintangan hidup muncul, ketika

kita tidak yakin harus berjalan ke mana atau saat kita benar-benar sudah tersesat. Dan hal-hal tersebut pasti terjadi, karena perjalanan sebagai seorang ayah adalah perjalanan hidup yang nyata dengan segala lembah dan gunung kehidupan. Jika kita memiliki visi bagi keluarga kita, maka kita selalu mampu kembali ke jalur yang benar.

Kedua, kita membutuhkan panduan yang tepat untuk mewujudkan visi tersebut – kalau tidak, maka peta terbaik sekalipun menjadi tidak berguna. Panduan bagi kitaselaku umat Allah tentu didasarkan pada nilai-nilai Alkitab yang kekal dan prinsip-prinsip yang sudah hadir selama ribuan tahun. Panduan tersebut memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan, sebab terbentuk dari iman, pengharapan, dan kasih; bahkan di masa-masa terburuk dan tergelap sekalipun, karena kasih tidak berkesudahan. Panduan ini terbukti telah mengubah hidup banyak laki-laki dan perempuan di berbagai budaya, bangsa, dan kelompok manusia di dunia.

Ketiga, kita juga membutuhkan sejumlah orang penting untuk melakukan perjalanan bersama-sama dan menolong kita saat perjalanan menjadi sangat berat. Kita butuh bantuan orang lain. Yang pertama dan terutama, kita memerlukan bantuan dari pasangan kita. Dia akan menjadi sekutu terbesar bagi kita. Dia akan sangat bersemangat untuk menolong, sebab tidak ada seorang pun di dunia ini yang menyayangi anak-anak kita lebih dari dirinya. Sebagian besar ibu menyadari secara naluriah bahwa mereka membutuhkan figur seorang ayah yang kuat dan efektif untuk membesarkan putra-putrinya dengan baik. Mari belajar menguatkan persekutuan pernikahan kita sehingga ayah dan ibu bisa membesarkan anak-anak yang luar biasa. Selain itu, kita juga perlu bantuan dari ayah-ayah yang lain yang sama-sama sedang berjuang dalam perjalanan hidup. Pendeknya, kita membutuhkan pendampingan, dorongan, dan dukungan.

Anugerah

Akhirnya, setelah memiliki peta yang baik, panduan yang tepat, dan bantuan dari teman-teman, kita masih membutuhkan satu hal lagi, yaitu persekutuan dengan Allah. Kita pasti akan membuat kesalahan-kesalahan sepanjang perjalanan, tetapi kita perlu selalu ingat akan kemurahan Allah yang tercurah bagi kita semua. Bagian ini bukan menjadi pintu belakang, artinya jika semua usaha kita lakukan tidak berhasil kemudian kita datang kepada Allah. Sebaliknya, ini adalah bagian utama yang menjiwai semua hal lainnya. Allah ingin “membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya” (Mal. 4:6).

Catatan: didasarkan atas bab 2 dari buku Be A Better Dad Today

oleh Gregory W. Slayton