Let The Earth Resound (Biarlah Bumi Bergema)

Efesus 1:3-14
EKSPRESI PRIBADI
Pernahkah Anda bertanya, “Apa tujuan Allah menciptakan Anda?” Apakah hanya sekadar hidup seadanya, bekerja mencari uang dan menikmati berkat Tuhan untuk diri sendiri saja, tanpa berbagi dan memuliakan Tuhan? Katekismus Singkat Westminster (Westminster Shorter Catechism, 1647) menyatakan bahwa tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk memuliakan Tuhan dan menikmati Dia selamanya. (Man’s chief end is to glorify God, and to enjoy Him forever). Hal serupa ditegaskan John Calvin bahwa tujuan manusia adalah untuk hidup bagi kemuliaan Tuhan (lihat Institutes of the Christian Religion). Apakah pengalaman hidup Anda selama ini sudah mencerminkan tujuan Allah bagi Anda, hidup memuliakan Dia? Bagaimana Anda berjuang mencapai tujuan Allah tersebut? Bagikan pengalaman Anda di dalam Care Group Anda!
EKSPLORASI FIRMAN
Surat Efesus ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di kota Efesus, sebuah kota besar di Asia Kecil (saat ini di Turki). Surat ini ditulis saat ia berada dalam penjara di Roma sekitar tahun 60-62 M. Efesus merupakan pusat perdagangan, budaya, dan agama yang penting pada masa itu, dan jemaat di sana terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi yang baru bertobat, percaya Kristus. Jemaat Efesus tinggal di kota yang terkenal dengan penyembahan Artemis dan praktik magis. Paulus ingin menegaskan bahwa identitas sejati mereka bukan dalam sistem keagamaan lama, tetapi dalam berkat rohani di dalam Kristus.
Konteks Efesus 1:3-14, Paulus mengawali suratnya dengan pujian yang luar biasa kepada Allah atas berkat rohani yang telah diberikan-Nya kepada orang percaya Kristus di Efesus. Ini merupakan bagian dari doa syukur serta pengajaran mengenai berkat rohani dalam Kristus. Tema "Biarlah bumi bergema" mengajak kita untuk memahami bagaimana berkat rohani yang kita terima dalam Kristus seharusnya bergema dalam kehidupan kita setiap hari. Dengan hati yang bersyukur, kita bersaksi dan memberitakan Injil, supaya banyak orang beriman kepada Kristus dan beroleh hidup yang kekal. John Piper dalam buku "Desiring God: Meditations of a Christian Hedonist" menyatakan bahwa hidup yang dipenuhi dengan kasih Allah dan anugerah-Nya adalah hidup yang penuh dengan pujian dan syukur karena karya keselamatan dalam Kristus. Paulus menggambarkan karya keselamatan Allah adalah rencana-Nya yang kekal di dalam Kristus, dalam tiga aspek.
1. Allah Bapa memilih dan menetapkan rencana keselamatan bagi kita (Efesus 1:3-6). Paulus membuka dengan ungkapan pujian: "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga." (ay. 3). Ayat ini menekankan bahwa Allah memilih kita sebelum dunia dijadikan (ay. 4). Ini menunjukkan bahwa keselamatan adalah rencana kekal Allah. Adapun tujuan pemilihan ini adalah bukan hanya agar kita beroleh keselamatan, tetapi transformasi hidup, supaya kita kudus dan tak bercacat sebagai anak-anak Allah melalui kasih karunia-Nya (ay. 5-6). Karena itu, kehidupan kita harus bergema dengan pujian kepada Allah karena kasih dan anugerah-Nya yang besar. Di dunia yang mengejar validasi sosial, identitas kita sering kali ditentukan oleh jumlah "likes" atau komentar di media sosial. Namun, Efesus 1:3-6 mengingatkan bahwa nilai kita tidak berasal dari dunia, tetapi dari Allah yang telah memilih dan mengasihi kita. Hidup kita seharusnya bergema dengan rasa syukur atas identitas baru ini.
2. Yesus Kristus menebus kita dengan darah-Nya (Efesus 1:7-12). Melalui Kristus, kita menerima penebusan oleh darah-Nya (ay. 7). Yesus membayar lunas dosa kita, bukan dengan barang yang fana melainkan dengan darah-Nya yang mahal (1Ptr. 1:18-19). Selanjutnya oleh karya-Nya kita juga menerima pengampunan dosa, bukan berdasarkan usaha kita, tetapi karena kasih karunia-Nya (Ef. 2:8-9). Kemudian kita menerima penyataan rahasia kehendak Allah (ay. 9-10), rencana-Nya untuk menyatukan segala sesuatu dalam Kristus. Terakhir, kita menerima jaminan warisan hidup yang kekal (ay. 11). Jadi, pujian sejati datang dari pemahaman yang benar tentang siapa Allah dan apa yang telah Dia lakukan melalui Yesus Kristus untuk kita. Oleh karena itu, hidup kita harus bergema dengan kesaksian tentang penebusan Kristus kepada dunia yang masih terikat dosa dengan melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus (Mat. 28:19-20).
3. Roh Kudus menjadi meterai dan jaminan keselamatan kita (Efesus 1:13-14). Bumi bergema dengan kepastian bahwa kita dimeteraikan dengan Roh Kudus sebagai jaminan keselamatan (ay. 13). Kemudian Roh Kudus adalah jaminan warisan kita sampai kita menerima kepenuhan janji Allah (ay. 14). Jadi, kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita adalah kepastian bahwa kita milik Allah, sehingga hidup kita harus mencerminkan karakter Kristus: mulai di keluarga, masyarakat, sekolah, dunia kerja dan di mana pun kita berada, agar dunia melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Allah (Mat. 5:16). Dunia penuh dengan ketidakpastian—krisis ekonomi, perubahan budaya, dan tantangan hidup yang tidak terduga. Namun, sebagai orang percaya, kita memiliki jaminan yang pasti di dalam Kristus. Hidup kita harus bergema dengan keyakinan bahwa kita dimeteraikan oleh Roh Kudus dan tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Roma 8:38-39).
Di momen Minggu PMPI 49 ini, Tuhan memanggil kita untuk merespons berkat-Nya yang melimpah, dengan hidup bergema, memuliakan Allah. Bergema dengan pujian atas kasih Bapa yang telah memilih kita, bergema dengan kesaksian tentang karya Kristus yang telah menebus kita dan bergema dengan kepastian dalam hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus. John Piper berpendapat bahwa pujian sejati bukan hanya soal kata-kata, tetapi tentang kehidupan nyata yang dipersembahkan untuk memuliakan Allah. Mari kita berkomitmen dalam mendukung pelayanan misi dan penginjilan melalui janji iman: doa, daya dan dana serta menjalani hidup yang memancarkan kemuliaan-Nya, sehingga seluruh bumi bergema dengan pujian bagi Allah! (SS)
APLIKASI KEHIDUPAN
PENDALAMAN
Diskusikan lebih lanjut dalam Care Group Anda, mengapa dan bagaimana cara hidup Anda sehari-hari dapat mencerminkan pujian dan kemuliaan bagi Tuhan agar "bumi bergema" dengan kasih dan anugerah-Nya?
PENERAPAN
Dalam hal-hal apa saja Anda bisa lebih bersyukur dan memuliakan Tuhan, atas segala berkat rohani yang sudah kita terima dalam Kristus?
SALING MENDOAKAN
Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.