Bagikan artikel ini :

Till the End of Time (Sampai Kesudahan Jaman)

Yohanes 17:9-13; Matius 28:20

EKSPRESI PRIBADI

Ada banyak janji-janji di dalam Alkitab. Janji-janji yang Allah buat, dan kita saksikan juga bahwa janji-janji itu ditepati genap sesuai dengan waktu-Nya. Di penghujung tahun 2020, janji-janji dari Firman Tuhan apakah atau manakah yang Anda pegang? Apalagi di masa pandemi yang masih berkelanjutan dan tidak tahu kapan badai ini akan berlalu, janji Tuhan seperti apa yang menguatkan Anda? Kalimat terakhir dari Injil Matius merupakan sebuah janji, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20). Sebuah janji indah bahwa kehadiran dan juga kekuasaan Tuhan Yesus akan senantiasa memberikan kekuatan kepada murid-murid-Nya di dalam melaksanakan amanat agung, perintah untuk memberitakan Injil. Tugas penebusan Tuhan Yesus memang telah terlaksana, tuntas “sudah selesai,” sekali untuk selamanya, sempurna; tetapi tugas penyelamatan sampai kesudahan zaman (till the end of time) belum selesai. Janji penyertaan Tuhan Yesus, "sampai kepada akhir zaman" terus berlaku.

|EKSPLORASI FIRMAN|

Yohanes pasal 17 adalah doa agung Tuhan Yesus untuk murid-murid-Nya, “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu” (ay. 9). Ada hubungan yang sangat spesial antara murid-murid Tuhan Yesus dengan Allah Bapa. “Dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku” (ay. 10). Hubungan khusus tersebut dapat diringkaskan dengan ungkapan mereka adalah milik Allah Bapa.

  1. Tuhan Yesus mendoakan kita (Yoh 17:9)
    Oleh karena hubungan yang istimewa ini, murid-milik Bapa, “Aku berdoa untuk mereka.” Tuhan Yesus adalah Pengantara pada Bapa dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia (bdk. 1 Yoh 2:1-2). Secara tidak langsung juga doa Tuhan Yesus ini menjadi berkat bagi dunia, karena murid-murid-Nya akan membawa Injil keselamatan ke seluruh dunia. Dengan “dunia” (kosmos digunakan 18x dalam pasal ini), utamanya berarti kehidupan jauh terpisah dari Allah. Murid-murid yang adalah milik Kristus dan juga milik Bapa, justru akan dibenci oleh semua orang, dimusuhi dunia. Itu sebabnya mereka perlu didukung dalam doa agar tetap setia dalam tugas dan tekun dalam penderitaan. Dan bukan untuk murid-murid-Nya itu saja Tuhan Yesus berdoa, “tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka” (ay. 20). Doa ini membentangkan kasih Tuhan yang luar biasa besar bagi para pengikut-Nya, juga keajaiban rencana-Nya bagi kita orang beriman. Kita didoakan supaya kita mampu dan layak melaksanakan panggilan-Nya.
  2. Tuhan dipermuliakan di dalam kita (Yoh 17:10)
    "Aku telah dipermuliakan di dalam mereka" (ay. 10). Kehidupan seorang murid adalah untuk memberi hormat kepada Tuhan Yesus sebagaimana Ia memberi hormat kepada Bapa. Ia telah mempermuliakan Bapa di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa berikan kepada-Nya (bdk. Yoh 17:4). Sungguh suatu tanggung-jawab yang besar dan mengagumkan! Menjadi milik Allah berarti memahami tugas untuk menjadi utusan Tuhan Yesus. Menjadi milik Allah berarti harus hidup kudus sesuai panggilan. Semua kebaikan, keindahan kerohanian kita adalah kasih karunia Tuhan. Semua kerusakan, penyelewengan adalah pemberontakan kita. Maka kita harus bertobat dari kesalahan dan meninggalkan dosa, serta mengembalikan kemuliaan hanya kepada Allah. Tujuan utama hidup manusia adalah untuk memuliakan Allah serta menikmati Dia selamanya (Katekismus Westminster). Kita harus selalu bersyukur, berterima kasih pada Tuhan, dan belajar menghitung berkat, karena kita tidak pernah mempunyai jasa apa pun. Hanya mereka yang mengakui diri tidak berjasa baru mengerti apa arti segala kemuliaan bagi Tuhan.
  3. Bapa pelihara kita (Yoh 17:11)
    Doa syafaat Tuhan Yesus untuk para murid-Nya, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu” (ay. 11). Lagi karena mereka telah menjadi milik Tuhan Yesus dalam kasih Bapa, “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu... Aku telah menjaga mereka dan tidak seorang pun dari mereka yang binasa selain dari dia yang telah ditentukan untuk binasa...” (ay. 12). Sekarang Tuhan Yesus akan kembali kepada Bapa, tetapi para murid-Nya masih tinggal dalam dunia. Mereka masih memiliki tugas dan panggilan untuk dikerjakan, maka Tuhan Yesus berdoa bagi pemeliharaan Bapa atas mereka. Ia berkehendak agar murid-murid-Nya terjamin pasti dalam hubungan dengan Allah sehingga hidup mereka penuh sukacita (ay. 13). Para murid Tuhan Yesus, tetap masih harus mengalami bahaya dan godaan dunia ini, tetapi mereka akan dipelihara dan menjadi satu, dilindungi dari segala yang jahat, serta dikuduskan di dalam kebenaran. Jaminan bagi kita orang beriman sama seperti pengalaman Tuhan Yesus: bukan diluputkan dari salib, tetapi dibangkitkan dari kematian.

Betapa Tuhan Yesus sangat mengasihi murid-murid-Nya, “Aku memelihara... Aku telah menjaga.” Pendorong dari perikop ini adalah perlindungan terus-menerus dari Tuhan Yesus. Ia mempertahankan kita, Ia menjaga kita. Ada kuasa perlindungan Tuhan Yesus. Kita dipelihara dalam kekuatan Allah. Doa agung Tuhan Yesus menunjukkan kasih, perhatian dan peduli-Nya bagi kita. Pdt. Dr. Stephen Tong menceritakan (April 2015): Jepang mengirim ikan bagus dengan pesawat melewati Siberia sampai Eropa lewat Moscow, memerlukan waktu lebih dari 15 jam. Ikan-ikan itu tenang dalam pesawat, tetapi sampai di Moscow banyak yang mati. Akhirnya ditemukan cara agar ikan tidak mati. Setiap ± 50 ekor ikan ditaruh seekor kepiting. Karena ketakutan dijepit kepiting, mereka terus berenang ke sana-sini, akhirnya sampai Moscow tidak ada yang mati. Ini cara terbaik, kepiting membangunkan mereka (www.buletinpillar.org). Kita patut bersyukur kepada Tuhan, dalam perjalanan hidup kadang ada orang seperti musuh, pengganggu menjengkelkan, yang dipakai Tuhan untuk membangunkan dan menyadarkan kita. Tentu ada maksud Tuhan untuk memelihara kita, menyertai kita “sampai kesudahan zaman.”[YM]

APLIKASI KEHIDUPAN

Pendalaman

Apa arti janji penyertaan Allah dalam menuntaskan panggilan dalam memberitakan Injil ?

Penerapan

Bagaimana caranya agar komitmen Anda tetap terjaga dalam mengemban panggilan Allah di tengah keadaan yang dinamis dan sarat dengan tantangan ?

SALING MENDOAKAN

Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.