Komunitas Eksklusif Yesus
Zaman sekarang, data sangat penting untuk berbagai tujuan. Pebisnis berkepentingan mengenal siapa saja pelanggannya supaya dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin sehingga pelanggan setia. Banyak pebisnis mengadakan keanggotaan bagi pelanggannya. Perlakuan khusus diberikan kepada membernya, entah dalam bentuk diskon, pengumpulan poin reward dan berbagai manfaat lainnya. Keanggotaan pun sering dibedakan sesuai kedekatan interaksi atau level pelanggannya. Di sisi lain, pelanggan mendapat manfaat dengan identitas khusus terkait dengan rekan bisnisnya. Pelanggan yang puas dengan keanggotaannya akan dapat melakukan transaksi lebih banyak, mendapat manfaat lebih besar dan memberikan prestise lebih. Komunitas eksklusif semacam ini tidak terbatas kepada perusahaan tetapi juga bisa kepada berbagai model seperti kompleks perumahan yang memiliki batas jelas, cluster dan sebagainya.
Jika diamati, gereja juga sudah melakukan hal ini sejak lama. Sudah biasa kita ditanya ‘anggota gereja mana?’ Keanggotaan jemaat pada gereja tertentu menjadikan jemaat tersebut bagian dari komunitas eksklusif gereja. Berbagai layanan dan kemudahan akan diberikan kepada mereka karena memang telah dikenal dan karena memang merekalah yang setia beribadah dan berkontribusi bagi kehidupan gereja.
Bagaimana komunitas eksklusif seperti ini menarik anggotanya? Caranya bisa bermacam-macam, melalui pengenaan biaya, pencapaian level interaksi tertentu dengan pembuat komunitas. Bagi sebagian gereja, ini dilakukan lewat baptisan atau atestasi. Sekalipun ada beragam model, satu faktor yang menonjol adalah sifat sukarela dari keanggotaan. Artinya, calon anggota bisa menolak masuk ke dalam komunitas tertentu meskipun mereka mampu memenuhi persyaratannya atau bahkan diundang masuk. Mereka juga bisa keluar dari keanggotaan jika memang mereka menghendakinya.
Yesus juga memiliki komunitas eksklusif seperti ini, baik pada waktu Dia ada di dunia maupun setelah Pentakosta dan gereja lahir. Sewaktu di dunia, Yesus membentuk komunitas eksklusif yang terdiri dari kedua belas murid. Kepada mereka tidak ada kartu keanggotaan, tetapi dengan sukarela mereka mengikut Dia kemana pun. Yesus memberikan hidup-Nya untuk mengajar mereka, makan bersama mereka dan sebagainya. Sebagian dari mereka orang biasa bahkan ada yang dibenci masyarakat seperti Lewi sang pemungut cukai. Mereka orang-orang biasa tetapi mereka mendapatkan identitas yang baru sebagai pengikut Yesus, meskipun kurang dimengerti oleh mereka sendiri apa makna menjadi komunitas eksklusif Yesus. Yang pasti, sekalipun mereka memilih untuk tetap ada dalam komunitas tersebut, Yudas memilih untuk keluar dari komunitas itu. Secara dunia, keanggotaan komunitas eksklusif Yesus pun, bersifat sukarela.
Fenomena komunitas eksklusif, termasuk yang dibangun Yesus semasa di dunia, memiliki berbagai keterbatasan. Namun Yesus mengisyaratkan adanya komunitas eksklusif yang melampaui apa yang dilihat oleh mata dunia. Diantaranya adalah di dalam injil Yohanes, ketika Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Gembala yang baik bagi domba-domba-Nya (Yoh. 10:11 dan konteks keseluruhan pasal 10). Ini artinya ada sebuah komunitas yang terkait dengan Yesus sebagai Gembalanya. Dia juga mengatakan bahwa Dia adalah Pintu untuk domba-domba itu yang membawa mereka kepada Allah dan kepada kehidupan yang berlimpah (Yoh. 10:7-10). Yesus bukan hanya mengatakan bahwa Dia adalah sebuah Pintu untuk domba-domba-Nya tetapi bahwa Dia adalah satu-satunya Pintu untuk mereka (the door, Yoh. 10:7). Dia adalah akses dan pembangun serta pemelihara dari sebuah komunitas eksklusif, yakni komunitas orang percaya. Ini adalah komunitas dari semua orang yang menjadi domba-Nya, yang diberikan kehidupan melalui kematian-Nya di kayu salib (Yoh. 10:11). Mereka yang dibeli dengan darah-Nya bagi Allah berasal dari berbagai kalangan, suku dan bahasa; mereka menjadi suatu umat tersendiri yang hidup bagi Allah (1 Pet. 2:9; Why. 5:9; dan sebagainya).
Apakah untungnya menjadi anggota komunitas eksklusif Yesus? Mereka yang menjadi anggotanya mendapatkan pengampunan dosa (Ef. 1:7; Kol. 1:14; dsb), kepastian hidup yang kekal (Yoh. 3:16), diangkat menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12), mendapatkan segala penyertaan dan pertolongan dari Allah (Mat. 28:19-20; Yoh. 16:4-15; dsb). Anggotanya dijamin suatu hari nanti akan mendapatkan segala yang baik yang tidak didapatkan dari dunia yang telah jatuh dalam dosa (Why. 21-22). Namun berbeda dengan kebanyakan komunitas eksklusif lainnya, anggota komunitas eksklusif Yesus juga harus menjalani penderitaan dan kesusahan selama mereka hidup di dunia oleh karena status mereka (Flp. 1:29). Penyebabnya adalah karena dunia di luar komunitas ini membenci mereka. Dunia ingin anggota komunitas ini tidak sedemikian eksklusif dan dapat juga menerima apa yang ditawarkan oleh dunia yang telah jatuh dalam dosa.
Meskipun para anggota komunitas eksklusif Yesus mengalami penderitaan, mereka tidak sendirian karena selalu tersedia berbagai pertolongan. Yesus sendiri senantiasa bersama dengan mereka (Mat. 28:19-20). Dia memberikan perlindungan kepada anggota komunitas (Yoh. 10:9) bahkan memberikan pemeliharaan yang berlimpah (Yoh. 10:10), sehingga salah satu anggota komunitas ini, yakni rasul Paulus bisa mengatakan bahwa segala sesuatu dapat ditanggung di dalam Dia yang membeirkan kekuatan (Flp. 4:13). Dia akan memelihara para anggota komunitas untuk bertahan sampai akhir (Flp. 1:6). Ketika Dia datang kembali untuk kedua kalinya, mereka akan menjadi komunitas tunggal dan tidak ada lagi komunitas lain yang akan memusuhi mereka (Why. 19-20).
Bagaimana cara menjadi member dari komunitas ini? Berbeda dengan umumnya komunitas eksklusif, maka calon anggota tidak bisa melakukan registrasi atau melamar menjadi anggota. Sesungguhnya mereka telah dipilih sebelum dunia dijadikan untuk menjadi anggota komunitas ini (Ef. 1:4). Mereka tidak bisa masuk semata-mata dengan keinginan sendiri. Setelah masuk pun, mereka juga tidak bisa keluar karena memang tidak ada niat untuk keluar. Mereka sudah merasakan syukur bisa menjadi anggota komunitas eksklusif yang diterima oleh Allah, mendapatkan identitas baru dan kekal sehingga tidak ada lagi keinginan untuk keluar dari keanggotaan. Mereka menikmati persaudaraan dan segala kebaikan yang ada di dalam komunitas ini dari sesama anggota maupun dari Allah.
Tentu saja yang paling unik adalah jalan yang mereka lalui untuk bisa masuk ke dalam komunitas ini. Itu hanya bisa terjadi melalui Yesus Kristus. Yesus adalah Sang Jalan, Sang Kebenaran, dan Sang Hidup satu-satunya (Yoh. 14:6). Dialah Sang Pintu satu-satunya tempat mereka yang telah ditetapkan Allah untuk diselamatkan mendapatkan akses ke dalam komunitas eksklusif ini; hanya melalui Yesus dan tidak ada jalan lainnya. Ketika setiap calon member mengakui dosa mereka, menerima karya Kristus yang berpuncak pada kematian dan kebangkitan-Nya, maka mereka menerima tanda keanggotaan yakni Roh Kudus pada waktu mengalami kelahiran baru sekaligus masuk menjadi anggota komunitas eksklusif orang percaya (Ef. 1:14). Ini adalah sebuah komunitas yang memiliki bukti keanggotaan yang tidak kasat mata dan ada daftarnya di dalam kitab kehidupan (Why. 20:15). Karena tidak kasat mata dan berakar pada kekekalan, maka bisa saja seseorang yang menjadi anggota dari komunitas gereja kemudian keluar dari komunitas itu dan menjadi komunitas agama lain atau bahkan komunitas tak beragama, tetapi tidak ada anggota komunitas eksklusif Yesus yang akan pernah keluar dari komunitasnya. Komunitas eksklusif Yesus di dalam teologia disebut sebagai gereja yang kudus dan am, gereja yang tidak kelihatan di tengah-tengah gereja yang kelihatan.
Komunitas eksklusif Yesus adalah komunitas paling eksklusif, yang keanggotaannya tidak pernah kadaluarsa, yang tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk masuk karena sudah dibayar semuanya oleh Anak Allah. Komunitas eksklusif setinggi dan sehebat apapun di dalam dunia akan lenyap tetapi komunitas eksklusif Yesus akan selalu ada sampai pada kekekalan karena inilah komunitas yang tidak dibuat oleh manusia tetapi ditetapkan oleh Allah sendiri.
Karena itu, seharusnya kita bangga karena menjadi anggota komunitas yang eksklusif ini, bersyukur karena seharusnya kita tidak layak menjadi anggotanya, tetapi Yesus telah melayakkan kita menjadi anggotanya. Karena itu, kita juga harus menghargai komunitas yang ada, bersukacita untuk setiap anggota baru yang bergabung, berusaha hidup sebaik-baiknya untuk memuliakan Dia yang telah memasukkan kita sebagai anggota ke dalamnya.
Soli Deo Gloria. **TDK