Akulah Pintu Satu-Satu

Yohanes 10:7-10
EKSPRESI PRIBADI
Pintu punya peran yang sangat penting. Penting, karena pintu adalah jalan yang dapat membawa dan menghantarkan seseorang untuk masuk atau keluar dari suatu tempat. Tanpa melalui pintu, maka sangatlah sulit sekali untuk melakukan segala aktifitas baik yang ada luar maupun yang ada di dalam. Hidup menjadi “terpenjara” tidak bisa masuk maupun keluar.
Namun demikian, ada pertanyaan pentinya, yaitu: Pada saat pintu di buka, pintu itu mau membawa masuk dan keluar kemana? Prinsip kebenarannya sangat jelas, yaitu pada saat pintu dibuka, maka siapapun yang masuk dan keluar harus menuju ke tempat yang lebih baik, benar dan memberikan kepastian. Harus ada jaminan keselamatan yang disediakan dan didapatkan. Inilah keindahannya dari pintu.
Kalau pintu ini tidak membawa ke tempat yang seperti itu, untuk apa pintu itu dibuka dan ditutup? Inilah yang harus menjadi kejelasan alasan pertama dan utama, kenapa pintu harus dibuka untuk dilewati? Jangan sampai terjadi, pada saat membuka pintu, dan kemudian melewatinya untuk masuk, ternyata di bawa ke tempat yang tidak selayaknya. Ke tempat yang buruk, jahat, penuh dengan kerusakan, penyelewengan, penyesatan bahkan kebinasaan. Yang semuanya ini menimbulkan penyesalan seumur hidup.
Tetapi sebaliknya kalau pintu di buka untuk membawa keluar dari kesesakan, penderitaan bahkan ancaman kebinasaan. Jelas pintu yang tepat yang membawa kesukacitaan dan kebahagiaan. Inilah yang disebut dengan pintu anugerah, yang memberikan kelepasan dari cengkraman dan kungkungan kuasa dosa, kejahatan dan kegelapan. Prinsipnya, perlu bijak dan hikmat pada saat memilih pintu untuk dimasuki dan membawa keluar.
Sekarang diskusikan dengan serius, apakah pintu yang Anda buka dan sekarang masuk didalamnya, apakah sungguh adalah pintu anugerah? Bagaimana Anda memahami pintu anugerah ini? Coba sharingkan pemahan Anda.
EKSPLORASI FIRMAN
Konteks Yohanes 10 ini secara keseluruhan berbicara tentang relasi antara Gambala – Kristus dengan domba-domba-Nya – orang-orang percaya. Yang sangat istimewa di dalam relasi ini, Gembala, yaitu Kristus memposisikan diri-Nya sebagai “Gembala” yang baik (ay.11 bdk. Mzm.23). Dari sekian banyak bukti yang diungkapkan di pasal ke 10 ini tentang Gembala yang baik; salah satunya adalah Kristus menyebut diri-Nya adalah pintu.
Pintu yang dapat membawa para domba-domba masuk ke padang rumput yang hijau, air yang tentang yang dapat menyegarkan jiwa serta dapat dituntun pada jalan yang benar (ay.7 bdk. Mzm. 23:1-3). Jadi kalau domba-domba yang ada di luar mau masuk untuk menikmati segala keistimewaan tempat yang ditawarkan, maka haruslah masuk lewat pintu yang sudah ditetapkan – satu-satunya, yaitu Kristus yang adalah Gembala yang benar ini.
Artinya mau datang kepada Gembala. Namun kesulitan terbesar dari domba-domba ini, sekarang ada didalam kondisi “tersesat”. Orang berdosa “tersesat”, karena tidak tahu lagi untuk menemukan jalan, apalagi pintu untuk masuk dalam kebenaran. Karena Kristus adalah Gembala yang baik, maka Kristus datang ke dalam dunia dengan cara berinkarnasi menjadi manusia, untuk mencari dan menemukan kembali domba-domba yang tersesat - hilang ini (baca Luk 19:10).
Setelah domba-domba ini ditemukan, lalu dibawa masuk lewat pintu yang Kristus sediakan, yaitu diri-Nya sendiri. Ada 2 kebenaran yang indah tentang Kristus adalah pintu ke domba-domba itu.
Pertama, Kristus adalah satu-satunya pintu (ay. 7). Pintu satu-satunya disini, jelas kalau diperhatikan berkenaan dengan domba-domba yang sudah ada di dalam. Pertanyaannya kenapa ada di dalam? Jawabannya karena sudah bawa masuk oleh Sang Gembala, Kristus. Sudah nyaman, enak dan semua tercukupi. Kalau tohpun domba-domba ini keluar, pasti bukan keinginanya. Tetapi ada dua kemungkinan, yaitu dicuri – dibawa lari oleh pencuri, karena memanjat tembok (ay. 1) atau di bawa keluar oleh Gembala untuk mengikuti langkah dan mendengar suara Sang Gembala (ay. 4).
Pintu ini satu-satunya, karena dapat membawa kesembuhan, pemulihan, pemenuhan bahkan keselamatan bagi domba-domba. Jadi kalau domba-domba ini, yaitu siapapun yang ada di dalam kondisi lelah, terlantar, terluka dan tersesat, bahkan mengalami kejahatan, ingin mengalami seperti domba-domba yang ada di dalam, maka tidak ada cara yang lain “berserulah” seperti “domba” yang hanya bisa bersuara saja pada saat tersesat.
Pasti telinga Sang Gembala yang sangat tajam, dapat mendengar “seruan” itu. Karena Kristus sangat dekat dengan orang yang patah hati dan remuk jiwanya (baca Mzm 34:18). Apalagi sudah ada kehadiran Roh Kudus, yang membuat tidak menjadi yatim piatu lagi. Karena Roh Kudus adalah “Penolong” yang Kristus utus untuk menyertai (Yoh 14:16, 18). Inilah jaminan satu-satunya pintu yang dapat membawa masuk ke tempat yang penuh dengan keselamatan.
Kedua, Kristus adalah pintu yang memberikan kehidupan (ay. 10). Tidak tanggung-tanggung kehidupan yang diberikan oleh Kristus dikatakan: “Supaya mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Kalau sudah demikian, apakah domba-domba tidak mau? Pasti mau! Hidup yang Kristus berikan, realitanya memang berkelimpahan. Dalam segala hal.
Kalau belum mendapatkan di dalam dunia ini, tidak perlu kecewa, marah dan sedih. Kristus pasti akan genapi pada kehidupan kekal pada saat ada dan tinggal bersama-sama dengan Dia di sorga kekal. Namun demikian, pada saat hidup di dalam dunia ini, selain kelimpahan – kecukupan di dalam materi sebagai berkat Tuhan, tetapi juga berkenaan dengan karakter, pemikiran, mentalitas, hati, prilaku bahkan pengalaman hidup.
Semuanya ini menjadi “kekayaan” rohani yang berlimpah, yang membuat domba-domba – orang-orang percaya memiliki kualitas hidup yang mumpuni dan sangat berbeda dengan orang-orang yang ada di dalam dunia. Ada kesaksian hidup sebagai domba-domba – orang-orang percaya yang selalu ingin hidup memuliakan Tuhan. Inilah tujuan hidup yang berkelimpahan. (LHP)
APLIKASI KEHIDUPAN
Pendalaman
Apakah sebagai domba-domba, Anda sebagai orang percaya sudah sungguh mengalami kelimpahan hidup di dalam Kristus? Coba bagikan pengalaman hidup Anda sebagai orang percaya memahami kelimpahan hidup.
Penerapan
Bagaimana caranya Anda sebagai orang percaya sungguh menghayati kebenaran Kristus satu-satunya pintu? Apakah ini benar atau bentuk kesombongan?
SALING MENDOAKAN
Akhiri Care Group Anda dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.