Berhenti Untuk Mengeluh
Filipi 2:12-18
Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.
- Filipi 2:14-15
Siapa yang tidak pernah mengeluh? Sebagai manusia berdosa yang hidup di dunia yang juga sudah jatuh ke dalam dosa, setiap kita pasti pernah mengeluh. Kita bisa mengeluhkan sesuatu yang sama ataupun berbeda-beda setiap harinya. Dalam hal mengemudi kendaraan saja, sepanjang perjalanan kita bisa mengeluh karena macet atau karena kendaraan di depan yang berjalan terlalu lambat. Begitu mudah kita mengeluh. Alkitab juga mencatat sejarah perjalanan orang Israel yang mendapat hukuman Allah karena kebiasaan dosa mereka, yaitu mengeluh. Bilangan 11:1 mencatat: Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. Dalam konteks Perjanjian Lama, mengeluh merupakan dosa yang sangat serius di hadapan Allah.
Rasul Paulus menasihati jemaat Filipi untuk mengerjakan keselamatan yang telah mereka terima karena keselamatan diperoleh bukan karena pekerjaan dan perbuatan baik mereka, melainkan karena kasih karunia Tuhan Yesus. Salah satu ekspresi dari keselamatan yang telah diterima, yaitu dengan tidak mengeluh. Paulus mencontohkan dirinya. Ketika menuliskan surat Filipi, ia sedang berada di dalam penjara. Meskipun kondisi sulit dan susah, Paulus tidak mengeluh. Ia berkata orang percaya yang tidak mengeluh bagaikan bintang terang di langit yang gelap, artinya hidupnya menjadi contoh dan teladan bagi orang-orangdi sekitarnya.
Contoh teladan yang sempurna adalah Tuhan Yesus. Yesus menolak untuk mengeluh ketika menapaki jalan sengsara menuju ke kayu salib demi menebus dosa manusia. Hendaklah kita tidak suka mengeluh supaya kita tidak dihukum Allah, melainkan diampuni. Mari belajar untuk mengurangi keluhan dalam kehidupan hari lepas hari. Kita punya teladan sempurna, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Mari mengucap syukur atas karya-karya Allah dalam hidup kita dan terus memandang kepada Dia yang begitu mengasihi kita.
Refleksi Diri:
- Apa saja hal-hal yang sering membuat Anda mengeluh? Mengapa?
- Bagaimana sekarang Anda akan belajar mengurangi dan bahkan berhenti mengeluh?