365 renungan

Aftershock

Efesus 4:25-32

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
- Efesus 4:32

Aftershock adalah film yang dibuat sineas Tiongkok di tahun 2010. Film ini berkisah tentang satu keluarga muda yang terdiri dari suami, istri, dan dua anak kembar, Fang Da, laki-laki dan Fang Deng, perempuan. Mereka menjadi korban gempa bumi dahsyat pada tahun 1976 di Tangshan. Sang suami meninggal pada saat itu juga, sedangkan si kembar terjepit di bawah reruntuhan bangunan. Tim penyelamat hanya bisa menyelamatkan salah satu dari kedua anak ini. Sang ibu, Yuan Ni harus memilih salah satu. Dalam kondisi tertekan, ia memilih menyelamatkan Fang Da. Fang Deng berhasil dikeluarkan dan dikira sudah meninggal. Tetapi kemudian ia sadar kembali. Namun, ibunya sudah meninggalkan dia dengan membawa saudaranya ke pusat perawatan. Fang Deng kemudian di-adopsi oleh sepasang suami istri tentara yang menyelamatkan mereka.

Fang Deng hidup dalam kepahitan pasca bencana. Meskipun orangtua angkatnya mendorongnya untuk mencari keluarganya di Tangshan, ia mengeraskan hati selama 32 tahun karena merasa ditolak oleh ibunya sendiri. Kata-kata ibunya yang memutuskan memilih saudaranya tak pernah hilang dari telinganya sampai peristiwa gempa bumi yang lain meluluhkan kekerasaan hatinya.

Rasul Paulus berbicara tentang alasan pengampunan. Oleh karena Kristus telah mengampuni kita, maka kita juga harus mengampuni. Pengampunan Allah menghasilkan pengampunan kepada orang lain. Kita yang telah diampuni oleh Allah haruslah mempunyai jiwa pengampun. Jiwa pengampun memampukan kita untuk mengampuni dengan tulus dan sepenuh hati. Tak ada alasan menyimpan marah dan kepahitan. Itu hanya akan menuangkan cuka pada luka. Proses menuju pengampunan memang berat tetapi ujungnya adalah kelegaan.

Ketidakadilan bisa terjadi dalam hidup kita. Jika Anda adalah salah satunya, maka jangan simpan rasa pahit itu dan membiarkannya mengeras dalam hati. Bukalah pintu pengampunan, meskipun pintu itu berat. Dorong sekuat tenaga batin Anda. Hanya dengan terbukanya pintu itu, maka jalan menuju pemulihan diri dan relasi akan terbentang. Hanya dengan cara itu Anda akan mengalami bahagia.

Refleksi Diri:

  • Apakah ada kepahitan masa lalu yang membuat Anda sulit untuk mengampuni?
  • Apa yang Anda akan lakukan untuk membuka pintu pemulihan terhadap orang yang pernah membuat Anda pahit?