365 renungan

Berpegang pada kebenaran

2 Timotius 3:10-17

Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
- 2 Timotius 3:14

Saya senang berpergian ke mana-mana memakai aplikasi Google Maps. Aplikasi ini memampukan saya mengetahui arah mana yang harus saya tuju dan juga menghindari jalan-jalan yang macet. Dengan bantuan aplikasi ini, saya dituntun untuk mencari jalur jalan terdekat dan tercepat menuju ke lokasi yang saya inginkan. Saya jadi bisa berpergian dengan efektif karena menghemat waktu, dan juga efisien karena mengurangi borosnya pemakaian bahan bakar.

Hidup di bawah kolong langit ini juga perlu tuntunan. Mengarungi kehidupan di dunia bukanlah perkara mudah. Paulus memberitahukan kepada Timotius, anak rohaninya bahwa akan datang masa sukar (2Tim. 3:1), yang penuh dengan ancaman bagi anak-anak Tuhan. Dunia akan semakin jahat (ay. 13) dan berdosa di hadapan Tuhan. Dunia tidak lagi mengenal kebenaran dan cinta kasih Tuhan, tetapi justru manusia semakin mencintai dirinya sendiri (egoistis, bdk. 2Tim. 3:2a), cinta uang (materialistis, bdk. 2Tim. 3:2a), dan mengejar kenikmatan dunia (hedonis, bdk. 2 Tim. 3:4).

Di tengah kondisi dunia yang semakin sukar inilah Paulus memberikan nasihat kepada Timotius, supaya Timotius tetap berpegang pada kebenaran yang telah ia terima dan yakini, kebenaran yang dapat menuntun pada jalan yang benar (ay. 14). Kebenaran yang juga memimpin pada kehidupan kekal. Jika Timotius mengikuti apa kata dunia dan cara hidup dunia, pasti ia akan binasa karena dunia penuh dengan dosa dan tidak lagi mencari kebenaran.

Saudaraku, marilah di dalam hidup yang tidak mudah ini, kita pun harus tetap berpegang pada kebenaran firman Tuhan. Sama seperti aplikasi Google Maps yang dapat mengarahkan jalan kita ke tujuan akhir perjalanan kita, maka firman Tuhan juga menuntun kita ke tujuan akhir hidup kita, yaitu percaya dan mengimani, Sang Kebenaran Sejati, yaitu Allah itu sendiri. Karena itu, kita butuh Alkitab sebagai penuntun langkah-langkah hidup kita. Mazmur 119:105 menyatakan, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Jalan hidup kita akan tetap lurus dan benar jika diterangi oleh kebenaran firman Tuhan yang hidup. Jangan lengah, tetap waspada, dan selalu berpegang pada firman Tuhan.

Refleksi Diri:

  • Sudahkah Anda membiarkan diri dituntun oleh Alkitab sebagai pegangan hidup Anda?
  • Langkah apa yang Anda akan ambil agar selalu diterangi firman Tuhan saat menjalani kehidupan ini?