365 renungan

Ditinggalkan tapi bersukacita (2)

Lukas 24:50-53

Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
- Ibrani 4:16

Dalam renungan kemarin, kita sudah belajar berkat pertama dari kenaikan Tuhan Yesus ke sorga. Hari ini kita akan belajar tentang berkat kedua. Berkat kedua yang kita dapatkan adalah Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa untuk menjadi Pengantara. Dalam Perjanjian Lama, umat menyampaikan doa kepada Allah melalui perantara imam. Imam membawa doa umat kepada Allah. Namun dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus menjadi Pengantara kita. “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Ibr. 7:25). “Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” (Rm. 8:33,34).

Apa artinya Tuhan Yesus menjadi Pengantara kita? Bahwa kita punya Allah yang simpati pada kita. Simpati berasal dari dua kata: sun dan patos. Sun artinya bersama-sama. Patos artinya perasaan. Simpati berarti bersama-sama merasakan, ikut berbagi rasa dengan orang lain yang menghadapi masalah. Jangan salah mengerti, simpati tidak berarti lebih rendah daripada empati. Simpati dalam pengertian aslinya adalah tindakan Allah. “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan (simpati—ditambahkan oleh penulis) kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibr. 4:15). Jadi, Dia mengerti perasaan kita. Dia peduli. Apa pun kesusahan kita, Yesus turut merasakannya.

Alangkah indahnya hubungan kita dengan Tuhan Yesus. Ia menjadi Juru syafaat kita, mendoakan kita dari sorga. Kapan saja, di mana saja, Anda bebas mencurahkan isi hati kepada-Nya. Doa permohonan Anda kepada Allah, selalu didengar Yesus dan Dia turut merasakan pergumulan-pergumulan Anda. Karena itu, jangan ragu untuk datang ke hadirat-Nya dalam ucapan syukur dan doa.

Refleksi Diri:

  • Tuhan Yesus adalah Pengantara dan Pembela umat-Nya dari sorga, bagaimana pengertian ini mengubahkan pandangan Anda tentang Allah?
  • Bagaimana hubungan Anda dengan Yesus saat ini? Seberapa sering Anda mencurahkan hati kepada-Nya?