365 renungan

Memento mori

Lukas 24:50-53

Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.
- 1 Tesalonika 4:14

Memento Mori adalah sebuah peribahasa Latin yang artinya ingatlah Anda akan mati. Orang zaman dahulu mengatakan, “Perhatikan guratan tangan kita, biasanya berbentuk huruf M di telapak tangan kiri dan kanan. Itu adalah Memento Mori.” Ini mengingatkan kita bahwa satu saat nanti hidup pastilah berakhir. Memento Mori hanya mengingatkan kita akan kematian tetapi tidak menjelaskan apa yang ada di balik kematian.

Saat Tuhan Yesus terangkat ke Sorga, murid-murid pulang dengan sangat bersukacita. Apa yang membuat para murid bersukacita? Mereka mendapatkan jaminan yang mengiringi kepergian Yesus, bahwa Dia akan datang kembali. Ini seharusnya membawa pada kepastian akan pengharapan orang percaya juga. Rasul Paulus melalui ayat emas kita hari ini mengatakan bahwa bagi orang-orang yang ada di dalam Tuhan Yesus, ada jaminan berkumpul kembali dengan Yesus dan itu tidak akan pernah berubah. Pemahaman tentang kedatangan Yesus kembali, akan mengubah pemahaman kita. Kita akan punya cara pandang yang berbeda terhadap kehidupan ini. Janji kedatangan Kristus yang kedua tersebut telah menghibur orang-orang Kristen awal yang hidupnya penuh penderitaan karena imannya.

Kehidupan di dunia ini memang tidak bersahabat, penuh kesusahan dan penderitaan. Namun, yakinlah bahwa pengharapan selalu ada bagi kita yang ada di dalam Yesus Kristus, karena kita akan bersama-Nya selamanya. Kehidupan setelah kematian durasinya jauh lebih lama daripada kehidupan di dunia ini. Ada kebahagiaan berlimpah yang akan kita nikmati nanti di sorga. Dengan memiliki jaminan tersebut, kita memiliki keberanian dan pengharapan dalam hidup ini. Mungkin semasa hidup, ada pergumulan-pergumulan kita yang tidak terselesaikan atau situasi yang tidak mampu kita rubah. Kita sakit-sakitan, yang kemudian berujung pada keadaan perekonomian kita. Kita harus merawat anak kita yang berkebutuhan khusus atau kita kehilangan orang yang kita kasihi. Ingat akan jaminan-Nya, dalam semuanya ada penyertaan Tuhan dan akan selesai ketika kita bertemu kembali dengan Yesus. Ini pasti, sepasti kematian yang akan kita alami, sukacita yang besar tersebut akan kita alami juga.

Refleksi Diri:

  • Hal apa yang sering membuat Anda takut menghadapi kematian?
  • Apakah Anda hari ini sudah mendapatkan jaminan setelah kematian? Maukah Anda percaya dengan sungguh kepada Tuhan Yesus?