Bagikan artikel ini :

Memikul Salib

Matius 16:21-29

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
- Matius 16:24

Kita mungkin sering mendengar atau mendapatkan janji-janji yang menyenangkan melalui perenungan di radio, khotbah di Youtube ataupun pesan video di grup-grup Whatsapp. Janji yang disampaikan adalah hidup orang Kristen pasti diberkati Tuhan: sehat, aman, damai sejahtera, makmur, kaya, sukses, berprestasi, jabatan tinggi, keluarga bahagia, dan sebagainya. Janji-janji berkat tersebut sebenarnya tidaklah salah karena kita percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang memelihara kehidupan kita.

Sayangnya, terkadang apa yang disampaikan mengenai janji-janji tersebut tidaklah lengkap. Panggilan orang Kristen sebetulnya bukan hanya mendapatkan berkat, tetapi juga panggilan untuk menderita. Rasul Petrus berkata di dalam 1 Petrus 2:21, “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” Kita dipanggil sebagai murid Kristus untuk menjadi serupa dengan Kristus termasuk di dalam penderitaan yang pernah Dia alami. Tentu bukan penderitaan yang sama persis dengan yang dialami oleh Kristus, yaitu dicambuk, disiksa, dan disalibkan. Kita dipanggil untuk memikul salib-Nya demi menyatakan kebenaran dan keadilan. Kita diminta untuk memikul salib-Nya demi iman kita kepada Kristus.

Tuhan Yesus menekankan hal ini kepada para murid-Nya bahwa siapa pun yang mengikuti Dia, ia harus siap menyangkal dirinya, dan juga harus memikul salib. Memikul salib artinya membuang segala ego dan kepentingan pribadi (menyangkal diri) dan mau berkorban bagi Kristus (memikul salib). Ini adalah panggilan sejati seorang murid Kristus. Jika kita menjadi murid Tuhan Yesus (orang Kristen) hanya fokus kepada diri sendiri (mendapatkan berkat) dan tidak mau berkorban (membayar harga) menderita bagi Kristus maka kita sebetulnya tidak layak disebut sebagai pengikut Kristus. Kita hanya akan disebut orang yang berlabelkan Kristen, tetapi bukan pengikut Kristus yang sejati.

Karena itu, kita harus bersiap sedia menjadi murid Kristus yang sejati. Bukan hanya senang dan bahagia tatkala kita diberkati, tetapi juga tetap bersukacita walaupun harus menderita karena memikul salib-Nya. Salib bukanlah beban, tetapi merupakan panggilan sebagai murid Kristus sejati.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda sudah melakukan panggilan Tuhan untuk memikul salib-Nya?
  • Apa bentuk penderitaan yang Anda alami sebagai bukti keberanian Anda membayar harga sebagai seorang pengikut Kristus?