365 renungan

Segera bangkit dan kembali

Lukas 15:11-32

Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa.
- Lukas 15:18

Menurut hukum Yahudi, seorang ayah ketika masih hidup dapat membagikan hartanya melalui surat wasiat, tapi pelaksanaannya baru dilakukan setelah ia wafat. Perikop ini bercerita tentang anak bungsu yang minta warisan selagi ayahnya masih hidup. Dia berani bilang, “Ini hakku.” (ay. 12). Padahal itu adalah harta ayahnya dan ia juga tahu ada aturan tentang pembagian warisan. Selama sang ayah masih hidup, harta tersebut menjadi milik ayahnya. Namun, tetap saja si bungsu berani berkata, “Aku minta hakku.” Harta yang belum jadi “haknya”, ia sudah minta. Dan luar biasanya, sang ayah tetap memberi walaupun permintaan anaknya itu membuat hatinya terluka.

Selanjutnya, si bungsu menggunakan harta warisannya untuk berpesta pora. Seperti pepatah: ada gula, ada semut, sekawanan semut berdatangan mengerubungi gula. Namun sayangnya, gula tidak terus tersedia. Ada waktunya habis juga dan ketika gula habis, semut pun pergi entah ke mana. Tinggallah si bungsu yang sudah tak punya gula sebatang kara. Dalam sekejap derajatnya sudah lebih rendah dari babi, sebab mau makan ampas makanan babi pun tidak seorang pun memberikannya. Tamatlah sudah riwayat si anak durhaka.

Eh belum... ternyata si bungsu tersadar. Ia ingat di rumah bapanya banyak makanan. Anak bungsu itu mengumpulkan keberaniannya. Ia bangkit, pergi, dan mengakui dosanya. Ia sadar dirinya sudah melukai dan berdosa terhadap ayahnya dengan meminta yang belum jadi haknya. Itulah sederetan kebobrokan dosanya.
Namun, di balik kebobrokannya ada juga kelebihannya. Si bungsu berani pulang, berani mengakui dirinya berdosa.

Perumpamaan ini sebenarnya untuk kita semua yang serupa dengan anak bungsu itu. Kita minta Tuhan memberkati tapi setelah diberkati kita lupa diri. Kita minta dibukakan jalan tapi setelah jalan dibuka kita malah melarikan diri. Bersyukur kisah kita tidak berakhir di kandang babi itu.

Anda mungkin sedang berada di kandang babi itu. Sedang menatap toples gula yang telah kosong sambil menyesali tindakan bodoh kita selama ini. Ayo, jangan lama-lama di situ. Yuk segera bangkit, pergi akui dosa-dosa Anda. Segera kembali, Bapa sudah lama menanti.

Refleksi Diri:

  • Apakah Anda pernah lupa diri sampai melupakan Tuhan yang menjadi sumber segala berkat Anda?
  • Saat tersadar akan kebobrokan dosa Anda, apa yang biasanya Anda lakukan? Ayo, segera bangkit dan kembali kepada Bapa di Sorga.