365 renungan

Sekalipun dalam lembah kekelaman

Mazmur 23

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.
- Mazmur 23:4

Pdt. Albert Rumbo pernah berkata, “Tidak ada seorang pun yang selalu siap menghadapi pergumulan, sekalipun ia adalah hamba Tuhan.” Ketika pergumulan melanda, sering kali muncul kebingungan, kegelisahan, bahkan ketakutan. Perubahan suasana dihadapi oleh pemazmur, dari padang rumput hijau, air yang tenang, jiwa yang sejuk, berubah drastis menjadi suasana bahaya, lembah keke-laman. Ini kondisi yang tidak enak dan menakutkan.

Lembah kekelaman bukan gambaran kesulitan biasa-biasa, tetapi kesulitan ekstrim sekali yang begitu menakutkan. Saat menuliskannya, Daud sadar bahwa ia ada di dalam masalah serius. Namun, ada kesadaran lain yang muncul dalam diri Daud bahwa Tuhan selalu besertanya, menghibur dan memberikan ketenangan.
Mungkin Tuhan tidak langsung membereskan masalah yang dihadapi Daud tetapi Dia selalu mendampinginya melewati setiap permasalahan.

Sisi baik dari mengalami kesulitan hidup adalah kita bisa melihat Tuhan dengan lebih jelas lagi. Kita baru menyadari penyertaan Tuhan luar biasa, di saat kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Daud sampai berkata, “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku.” (ay. 6). Kebaikan Sang Gembala selalu berlimpah dan baru setiap hari, kemurahan-Nya tak terbatas meski kita terkadang melupakan-Nya. Gembala yang baik tidak akan meninggalkan domba-domba-Nya dalam situasi amat menakutkan sekalipun.

Setiap kita pasti pernah atau mungkin sedang mengalami masa-masa dalam “lembah kekelaman”. Kita sangat bergumul akan hal ini bahkan mungkin sampai ragu dengan penyertaan Tuhan sebagai Sang Gembala yang baik. Sekalipun hari ini kita berada di dalam masa-masa yang sulit, mungkin bergumul dengan kesehatan anak kita, bergumul dengan kesetiaan suami/istri, bergumul dengan biaya kontrakan rumah, bergumul dengan pekerjaan yang tak menentu, ingatlah selalu ada kebajikan dan kemurahan Tuhan yang menyertai kita. Tuhan yang telah menyertai Daud adalah Gembala yang baik, Tuhan yang sama juga adalah Gembala kita yang akan bersama kita dalam lembah kekelaman. Kita dapat memercayai Tuhan karena Dia adalah Allah yang baik.

Refleksi Diri:

  • Permasalahan apa yang pernah atau sedang Anda alami yang membuat Anda merasa ketakutan?
  • Apa alasan Anda bisa memercayai Tuhan sekalipun Anda berada dalam keadaan tersulit?