365 renungan

Syafaat bagi bangsa

1 Timotius 2:1-7

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.
- 1 Timotius 2:1-2

Berdoa adalah sebuah tindakan yang kelihatan mudah tetapi sulit dilakukan. Terlebih lagi jika harus berdoa bagi orang lain. Kita lebih senang berdoa untuk kebutuhan dan pergumulan hidup kita sendiri. Bahkan kita sering meminta orang lain berdoa bagi masalah-masalah kita. Selain itu, kita cenderung berdoa bagi orang-orang yang dekat dengan kita: keluarga, rekan atau sahabat kita. Apalagi kalau kita diminta berdoa untuk orang lain yang tidak kita kenal atau bahkan buat bangsa kita, nanti dulu ya... Tunggu kalau sempat dan ada waktu. Atau akhirnya, nanti aja deh di gereja.

Menarik apa yang disampaikan Rasul Paulus kepada Timotius di perikop kita hari ini. Paulus meminta Timotius untuk berdoa, pertama-tama untuk semua orang, secara khusus untuk para pemimpin bangsa. Bukan berdoa untuk keperluan dirinya sendiri, bukan untuk kebutuhan keluarganya, melainkan prioritas doanya justru diberikan kepada para pemimpin pemerintahan.

Mengapa Paulus memberikan nasihat demikian? Karena Paulus sadar bahwa kalau para pemimpin baik maka semua pemerintahan dapat berjalan dengan baik dan membawa kesejahteraan semua orang, termasuk Timotius dan jemaat Tuhan. Doa yang kita panjatkan, pada akhirnya bertujuan untuk kesejahteraan bersama, termasuk umat Tuhan. Kita hendaknya sadar bahwa kita dapat hidup tenang dan tenteram jika pemimpin bangsa kita, memerintah dengan adil dan bijaksana.

Nah, doa seperti inilah yang justru menyenangkan hati Tuhan. Paulus berkata, “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita.” (ay. 3).Tuhan Yesus rindu umat Tuhan dapat menjadi berkat di mana pun mereka ditempatkan. Dengan demikian, kehadiran orang Kristen dapat membawa dampak positif secara khusus melalui doa-doa yang dipanjatkannya bagi bangsa ini. Melalui doa-doa seperti itu, kita beriman bahwa akan semakin banyak orang dimenangkan bagi Kristus.

Saudaraku, miliki waktu rutin khusus berdoa bagi negara Indonesia dan para pemimpin bangsa kita. Jangan menjadi orang munafik yang bersikap ingin negara ini maju tetapi tidak mau berdoa bagi bangsa ini.

Refleksi Diri:

  • Kapan Anda terakhir secara khusus mendoakan bangsa dan para pemimpin bangsa?
  • Apakah sekarang Anda yakin bahwa doa-doa yang Anda panjatkan bagi bangsa akan membawa kesejahteraan bagi gereja dan umat Tuhan, bahkan bagi diri Anda sendiri? Kenapa?.