365 renungan

Teperdaya oleh penampilan

1 Samuel 16:1-13

“... manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati”.
- 1 Samuel 16:7b

Apa yang terlihat di depan mata begitu menggoda, menggiurkan, kadang melemahkan hati dan pikiran kita. Seringkali, begitu memikat mata padahal ujungnya mematikan. Hati ini seringkali tak tahan. Walaupun pikiran berkata jangan, tapi hati ini berkata mana tahan. Begitulah pandangan mata menggoda dan membuat lemah hati. Kita terpengaruh karena memuaskan pandangan mata.
Sebaliknya, kita juga takut dengan pandangan orang lain tentang diri kita. Akibatnya, kita permak tubuh di sana-sini hanya demi memuaskan penampilan luar saja. Memang manusia pada umumnya bereaksi dengan kecantikan/ketampanan luar. Operasi plastik sudah umum, bukan hanya wanita saja, tapi pria juga. Mereka mengubah wajah dan tubuh sesuai kesukaan mereka demi memanjakan yang namanya “indah dipandang mata”.

Tuhan menegur Nabi Samuel karena teperdaya dengan paras dan perawakan yang ada di depan mata. Saat Tuhan mengutusnya ke Isai untuk mengurapi calon raja yang akan menggantikan Saul, ia terkesima oleh penampilan Eliab, sehingga berpikir, “Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya.” Begitu pula terjadi dengan ketujuh anak Isai yang lain. Namun, Tuhan tetap melewatkan mereka, sampai akhirnya datanglah Daud dari padang penggembalaan domba, baru Tuhan berbicara supaya Samuel segera mengurapinya.

Seorang nabi Tuhan bisa teperdaya dalam memilih calon raja, apalagi kita orang biasa. Justru karena itu, Tuhan ingatkan untuk menggunakan akal sehat, jangan tertipu oleh penampilan fisik semata.

Tuhan punya standar yang berbeda dengan manusia. Manusia mungkin hanya bisa melihat yang kasat mata, tapi Tuhan mampu melihat sampai kedalaman hati. Bukan rupa, status, kekayaan atau kepandaian yang dipandang oleh Tuhan. Yang paling utama dicari Tuhan adalah hati yang berpaut kepada-Nya. Yang setia melakukan perkara yang dipercayakan-Nya. Yang melakukan segala sesuatu untuk Tuhan. Dia amat memperhatikan kualitas hati dan karakter anak-anak-Nya.

Janganlah kita mudah silau dengan pandangan mata, teperdaya penampilan luar saja. Mintalah hikmat-Nya untuk bisa objektif menilai seseorang. Di sisi lain, kita juga jangan mementingkan penampilan fisik semata. Ayo bangun karakter dan hati kita yang semakin serupa dengan Tuhan Yesus. Itulah kerinduan-Nya.

Refleksi Diri:

  • Bagaimana pandangan Anda selama ini saat menilai seseorang? Lebih condong pada penampilan fisik atau batiniah?
  • Sudahkah Anda membangun karakter dan hati yang dipandang indah oleh Tuhan?