365 renungan

You are not alone

1 Raja-raja 19:1-19

Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon ara. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.
- 1 Raja-raja 19:4

Dengan tujuan tidak menyesatkan umat, Elia berlaku sangat berani dengan membunuh nabi-nabi palsu. Namun, sekarang ia sangat ketakutan dikejar Izebel yang hendak membunuhnya. Ia merasa sendirian menghadapi ancaman itu. Elia meninggalkan bujangnya, Elisa, lalu mengambil jarak sehari perjalanan.
Elia merasa kesepian, sendirian, dan itu melemahkan jiwa raganya sehingga ia berdoa kepada Tuhan, “Ambillah nyawaku.”

Namun sesungguhnya, Tuhan yang dilayani sungguh-sungguh oleh Elia, Dia adalah Tuhan yang sangat mengasihi hamba-Nya. Ia mengutus malaikat untuk melayani Elia, memberikannya makan dan minum sampai Elia berbaring dan tertidur akibat sangat depresi. Setelah itu, malaikat membangunkannya dan memberinya makan dan minum lagi. Ya, malaikat Tuhan bekerja bagaikan pelayan yang disediakan khusus melayani Elia.

Tuhan bukanlah sosok yang jauh. Dia sangat dekat dengan diri kita dan senantiasa memperhatikan kita yang sungguh melayani-Nya. Kristus tidak berjalan sendirian sebab ada Bapa yang senantiasa berjalan bersama-Nya sehingga dalam melakukan tugas-Nya, Kristus tidak kesepian. Seperti Bapa yang menyertai Kristus,
Allah juga akan menyertai setiap langkah kehidupan kita. Tidak pernah kita dibiarkan berjalan sendirian, asalkan senantiasa patuh dan hidup di dalam-Nya.

Saudaraku, dalam fase kehidupan ini seringkali kita merasa sendirian. Tiada teman dan keluarga yang berada di sisi kita. Ketika merasa semua orang meninggalkan kita, jangan lupakan Allah yang senantiasa ada beserta kita.

Sebagai misionaris di luar negeri, kami jauh dari keluarga. Sering kali kami menahan rindu karena tidak bisa berkomunikasi, sebab media komunikasi kami yang berbicara jelas melalui email atau media sosial, dipantau oleh pihak berwenang. Tidak ada orang Indonesia lain di kota tempat kami tinggal. Ada banyak kesulitan harus dihadapi sendiri. Ada beban yang akan lega jika diceritakan kepada sahabat, tapi tak ada sahabat di sana. Sepi dan sendiri. Itulah pergumulan misionaris di negeri komunis. Namun, sering kali waktu kami merasa tak seorang pun peduli dan mengerti kami, Tuhan dengan caranya sendiri menghibur kami, sehingga kami tahu kami tak berjalan sendiri.

You are not alone.

Refleksi Diri:

  • Kapan Anda pernah mengalami kesendirian, dijauhi oleh/jauh dari sanak saudara dan teman?
  • Setelah mengetahui kebenaran ini, bagaimana Anda akan menyakinkan diri bahwa Tuhan Yesus selalu berjalan bersama Anda?