Pembinaan

Karya Roh Kudus dalam diri orang percaya

Tulisan ini akan mengupas karya Roh Kudus dalam diri orang percaya. Karya Roh Kudus dalam aspek ini adalah unik, dalam arti, pertama hanya dilakukan oleh Pribadi Allah Roh Kudus, bukan oleh Pribadi Allah Putra atau Pribadi Allah Bapa. Keunikan karya Roh Kudus ini harus dimengerti dalam konteks kesatuan karya Allah Tritunggal dan pembedaan karya tiap-tiap Pribadi Allah.

Ada kesatuan dalam karya Allah Tritunggal. Misalnya, penciptaan adalah karya bersama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Namun dalam pelaksanaannya, karya tiap Pribadi Allah dibedakan sebagai berikut: sumbernya dari Bapa, pelaksanaannyamelalui Putra, dan disempurnakan di dalam Roh Kudus (of the Father, through the Son, and perfected or terminated in the Spirit) (Kej.1:1-2; Yoh.1:1-2).Demikian juga,keselamatan manusia berdosa adalah karya bersama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Namun masing-masing Pribadi Allah berbeda perannya. Rencana keselamatan dari Allah Bapa, pelaksanaannya oleh Allah Putra, dan penggenapannya dalam diri manusia oleh Roh Kudus. Dengan kata lain, Bapa yang memilih, Putra yang melaksanakan, dan Roh Kudus yang menggenapkan (Roma 8:29-30).

Bapa tidak berkarya secara langsung, hanya Putra dan Roh Kudus bekerja langsung di dalam dunia. Allah Bapa tidak datang ke dunia, tetapi mengutus Putra dan Roh Kudus kedunia (1Yoh 4:14; Yoh 15:26-27). Putra bekerja di dalam dunia, tetapi tidak bekerja di dalam diri manusia. Putra menjadi manusia, mati dan bangkit bagi manusia, tetapi tidak bekerja dalam diri manusia. Roh Kudus tidak menjadi manusia, tetapi hidup di dalam diri manusia (cf.Yoh.14:17). Dengan kata lain, Putra bekerja bagi manusia dari luar, sedangkan Roh Kudus bekerja bagi manusia dari dalam. Putra mati di atas kayu salib, menyediakan pengampunan bagi manusia, tetapi Roh Kudus-lah yang menerapkan pengampunan ini dalam dirimanusia berdosa yang bertobat.

Karya Roh Kudus dalam diri orang percaya adalah unik, kedua,dalam arti, karya ini terjadi semata-mata karena anugerah. Tidak ada keharusan bagi Roh Kudus untuk bekerja dalam diri manusia, tetapi ketika Ia berkenan bekerja di dalam diri seseorang, maka itu terjadi semata-mata karena anugerahNya. Dalam hal ini kita perlu membedakan dua macam anugerah: umum dan spesial. Ada anugerah yang bersifat umum, dalam arti, anugerah ini diberikan secara umum bagi seluruh umat manusia dengan maksud hanya untuk meminimalkan efek-efek dosa tanpa menghapus dosa itu sendiri. Dengan kata lain, anugerah umum tidak menyelamatkan. Karena adanya anugerah umum, kita dapat memahami karya Roh Kudus di dalam diri manusia sekalipun mereka bukan orang beriman. Misalnya, Alkitab mencatat raja Koresh sebagai orang yang diurapi Allah (Yes. 45:1). Raja Saul diurapi, namun akhirnya ditinggalkan Tuhan karena ketidaktaatannya (Baca 1 Samuel 15). Demikian juga, Yudas Iskariot sekalipun dipilih untuk memangku jabatan rasul, namun pada akhirnya menjual Tuhannya (Mat.10:4; cf. 26:14-16). Dalam konteks ini, karya Roh Kudus dalam diri raja Koresh, Saul, ataupun Yudas Iskariot, sifatnyaanugerah umum, tidak mengubah hati mereka, sekalipun mereka dikatakan diurapi dan dipilih untuk jabatan raja ataupun rasul.

Karya Roh Kudus dalam diri orang percaya adalah unik, ketiga,dalam arti, ini adalah karya Pribadi Allah yang berdasarkan anugerah special. Anugerah spesial adalah anugerah yang olehnya manusia berdosa, dosa-dosa mereka dihapuskan. Dengan kata lain, anugerah spesial adalah anugerah yang menyelamatkan. Maka anugerah spesial diberikan hanya kepada mereka terpilih dalam keselamatan (election). Dengan anugerah spesial, Roh Kudus bekerja hati manusia berdosa, mencerahkan mata hati mereka untuk meresponi panggilan Injil (calling), melahir-barukan mereka (regeneration), memberikan imanagar mereka menerima janji-janji Allah (faith), mendorong mereka bertobat dan berbalik dari dosa-dosa mereka (repentance), menerapkan pengampunan karya Kristus agar mereka dibenarkan (justification), menguduskan hidup agar mereka semakin mirip Kristus (sanctification), menjaga dan memelihara mereka agar terus bertahan dalam iman (perseverance), dan pada akhirnya membawa mereka ke dalam kemuliaan pada akhir zaman (glorification) (bdk. Roma 8:29-30).

Nyata dari deskripsi di atas, karya Roh Kudus adalah begitu sentral bagi orang percaya. Tanpa karya Roh Kudus, pemilihan Allah Bapa, dan penebusan yang didapatkan Kristus di atas salib, tidak akan dapat menjadi milik orang-orang percaya. *** [PD]

Spirit of the Living God, fall fresh on me.Melt me, mold me, fill me, use me --- Daniel Iverson.