Injil Yang Sejati
1 Korintus 15:1-11
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.
- 1 Korintus 15:3-4
Pernahkah Anda menyampaikan suatu berita kepada sekumpulan orang dan mereka tidak percaya? Mengapa mereka tidak percaya? Bagaimana respons Anda? Apakah Anda menjadi undur atau justru berusaha lebih meyakinkan mereka? Jika berita yang Anda sampaikan adalah sesuatu kebenaran dan Anda mengalami sendiri kebenaran tersebut, saya rasa Anda akan berusaha lebih meyakinkan mereka. Inilah yang seharusnya kita lakukan saat menyampaikan kabar Injil.
Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15 menyampaikan sebuah berita yang sangat penting berdasar pengalamannya secara pribadi. Ia menyampaikan Injil yang sejati, yaitu Yesus yang mati dan bangkit. Tuhan Yesus telah menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dan lebih dari lima ratus saudara sekaligus, ini merupakan bukti yang nyata kebangkitan-Nya.
Injil adalah berita penuh sukacita bahwa Allah memperbarui seluruh ciptaan melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Profesor Sen Sendjaya menjelaskan dalam bukunya, Menghidupi Injil dan Menginjili Hidup, bahwa Injil memberitahu kita bahwa kita diselamatkan dari Allah, oleh Allah, dan untuk Allah. Diselamatkan dari Allah artinya manusia diselamatkan dari murka Allah yang selayaknya menghukum manusia karena manusia memilih untuk hidup tanpa Allah, bahkan memusuhi Allah seperti yang dituliskan Paulus dalam Roma 3:23, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”
Kedua, diselamatkan oleh Allah berarti Allah sendiri yang menetapkan rencana keselamatan melalui Yesus Kristus, Anak-Nya. Ketiga, diselamatkan untuk Allah berarti kita diselamatkan untuk memuliakan-Nya di sepanjang hidup kita, baik kehidupan sekarang maupun yang akan datang. Kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri karena hidup kita telah ditebus oleh anugerah Allah yang begitu besar. Inilah sebabnya mengapa kabar Injil bukanlah tentang menyuarakan pendapat pribadi, melainkan tentang menyaksikan anugerah Tuhan kita yang telah kita alami.
Semakin memahami kebenaran Injil yang sejati seperti yang disampaikan di atas, kita akan semakin sadar bahwa anugerah Allah begitu besar bagi manusia berdosa. Karena itu, kita selayaknya tidak hidup untuk diri kita sendiri, melainkan untuk Tuhan. Sampaikan berita Injil yang sejati bukan atas pendapat pribadi, melainkan berdasar pengalaman pribadi kita bersama dengan Tuhan.
Refleksi Diri:
- Apa yang selama ini Anda pahami tentang Injil yang sejati?
- Bagaimana Anda menyampaikan Injil kepada mereka yang belum percaya? Apakah Anda sudah berusaha meyakinkan mereka akan kebenaran Injil?